Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta Nasrudin Djoko Surjono mengatakan Duta Literasi Sekolah memiliki peran strategis sebagai penggerak minat baca di kalangan generasi muda.
“Diperlukan penguatan kapasitas agar mereka mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah,” kata Nasrudin Djoko Surjono saat membuka Book Camp 2026 di Jakarta,Senin.
Ia menambahkan Duta Literasi merupakan adalah teladan atau role model sekaligus penggerak di sekolah.
Melalui kegiatan ini, Dispusip DKI membekali peserta dengan berbagai keterampilan, mulai dari pembangunan karakter, citra diri, public speaking, hingga kepenulisan.
Nasrudin berharap berbagai pembekalan tersebut dapat memperluas pemahaman peserta mengenai makna literasi. Sebab, literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Ia juga mengatakan literasi adalah sarana menumbuhkan empati dan karakter kepemimpinan masa depan.
“Manfaatkan ruang belajar ini untuk memperluas jejaring dan membawa perubahan positif," katanya.
Sebelumnya Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Utara kembali menyelenggarakan Book Camp 2026 bertema "Beyond the Pages". Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada 2-4 November 2026.
Kegiatan ini diikuti 85 Duta Pelajar Sekolah dari 40 SMA sederajat di Jakarta Utara.
Baca juga: Pemkot Jakut ajak pelajar pahami literasi lewat Book Camp 2026
Baca juga: Duta Bahasa DKI hadirkan "JALI" untuk tingkatkan budaya literasi
Baca juga: Pemkot Jakut tingkatkan minat baca dan literasi siswa lewat "Karedok"
“Diperlukan penguatan kapasitas agar mereka mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah,” kata Nasrudin Djoko Surjono saat membuka Book Camp 2026 di Jakarta,Senin.
Ia menambahkan Duta Literasi merupakan adalah teladan atau role model sekaligus penggerak di sekolah.
Melalui kegiatan ini, Dispusip DKI membekali peserta dengan berbagai keterampilan, mulai dari pembangunan karakter, citra diri, public speaking, hingga kepenulisan.
Nasrudin berharap berbagai pembekalan tersebut dapat memperluas pemahaman peserta mengenai makna literasi. Sebab, literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Ia juga mengatakan literasi adalah sarana menumbuhkan empati dan karakter kepemimpinan masa depan.
“Manfaatkan ruang belajar ini untuk memperluas jejaring dan membawa perubahan positif," katanya.
Sebelumnya Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Utara kembali menyelenggarakan Book Camp 2026 bertema "Beyond the Pages". Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada 2-4 November 2026.
Kegiatan ini diikuti 85 Duta Pelajar Sekolah dari 40 SMA sederajat di Jakarta Utara.
Baca juga: Pemkot Jakut ajak pelajar pahami literasi lewat Book Camp 2026
Baca juga: Duta Bahasa DKI hadirkan "JALI" untuk tingkatkan budaya literasi
Baca juga: Pemkot Jakut tingkatkan minat baca dan literasi siswa lewat "Karedok"






Komentar (0)