Saham Raksasa AI Bangkit, Nasdaq Pimpin Penguatan Wall Street

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks Nasdaq ditutup menguat pada perdagangan Selasa (3/11), ditopang rebound saham-saham raksasa teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Penguatan terjadi menjelang pengumuman hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS), meski saham Apple melemah setelah perusahaan memperingatkan kenaikan biaya cip memori.

Nasdaq menguat 0,83 persen ke level 25.372,01. Indeks S&P 500 juga naik 0,36 persen ke posisi 7.568,92. Sementara, Dow Jones Industrial Average melemah 0,38 persen ke level 51.787,04.

Saham Nvidia naik 2,3 persen setelah terkoreksi selama empat sesi perdagangan berturut-turut. Saham Microsoft dan Amazon masing-masing menguat lebih dari 2 persen, dan saham Micron Technology naik 2,6 persen.

Melansir Reuters, indeks saham semikonduktor Philadelphia juga melonjak. Adapun, saham Advanced Micro Devices (AMD) menguat menjelang pengumuman laporan kinerja kuartalannya setelah penutupan perdagangan.

"Ini merupakan rotasi dari saham teknologi yang lebih aman, seperti Apple, ke saham teknologi yang lebih berisiko, seperti produsen cip," kata Chief Executive Officer Infrastructure Capital Management Jay Hatfield.

Hatfield melanjutkan, "Jelas terlihat adanya aksi beli saat harga turun (dip-buying) di pasar yang didorong Nasdaq dan memiliki risiko lebih tinggi.”

Saham Apple turun 1,9 persen setelah perusahaan memperingatkan biaya cip memori akan terus meningkat. Kenaikan biaya ini berpotensi menekan margin laba kotor Apple pada kuartal liburan akhir tahun.

Penguatan Nasdaq terjadi setelah indeks tersebut mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Pada perdagangan Senin (2/11), indeks Nasdaq 100 ditutup lebih dari 10 persen di bawah level penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 6 Oktober, sehingga mengonfirmasi indeks yang didominasi saham teknologi itu telah memasuki fase koreksi.

Tekanan terhadap saham teknologi dipicu kekhawatiran investor bahwa besarnya investasi perusahaan untuk membangun infrastruktur AI belum sebanding dengan kemampuan menghasilkan arus kas dalam jangka pendek.

Saham Amazon dan Alphabet anjlok tajam pekan lalu setelah laporan kinerja kuartalan kedua perusahaan memperkuat kekhawatiran pasar terhadap besarnya biaya belanja AI.

Indeks S&P 500 masih berada sekitar 3 persen di bawah rekor penutupan tertingginya pada 6 Oktober. Meski demikian, indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan lebih dari 10 persen sepanjang 2026.

Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, enam sektor berakhir di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang konsumsi primer yang turun 1,76 persen, disusul sektor material dengan penurunan 1,75 persen.

Saham Palantir Technologies, penyedia perangkat lunak analitik berbasis AI, juga menjadi perhatian pasar. Perusahaan memperkirakan pendapatan pada tiga bulan terakhir tahun ini akan melampaui estimasi pasar setelah membukukan kinerja kuartal III yang lebih baik dari ekspektasi. Kendati demikian, saham Palantir justru melemah pada perdagangan Selasa.

Di luar sektor teknologi, harga minyak melemah seiring investor mencermati upaya perundingan untuk mengakhiri perang di Ukraina dan Iran. Namun, pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan tambahan akibat serangan terbaru dalam kedua konflik tersebut.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Promo Nataru 2026/2007, Tiket Kapal Bakauheni Diskon 21,11 Persen, Penjualan Mulai 7 November, Ini Syaratnya!
• 23 jam lalu
0
thumb
Update Penggerebekan di Kampung Bahari: Polisi Tangkap Bandar Narkoba Inisial K yang Masuk Daftar 18 Target Operasi
• 19 jam lalu
0
thumb
Wamen HAM Sebut Perlindungan HAM Harus Jadi Bagian dari RUU Perampasan Aset
• 21 jam lalu
0
thumb
Bantul Bakal Terima 400 Becak Listrik Bantuan Presiden November 2026, Penarik Becak Lansia Jadi Prioritas
• 7 jam lalu
0
thumb
Istana Belum Tahu Hasil Sadapan Listyo Sigit Dkk Diserahkan ke Siapa, Tunggu Penyidikan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.