Wall Street Ditutup Naik, Saham Teknologi Utama Kembali Diburu Investor

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mayoritas ditutup naik pada perdagangan Selasa (3/11). Kenaikan terjadi usai investor kembali memburu saham-saham teknologi utama setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. 

Indeks Nasdaq naik 0,83% dan ditutup di level 25.372,01. Sementara itu S&P 500 naik 0,36% ke level 7.568,92. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 197,26 poin atau 0,38% ke posisi 51.786,72. 

"Kekhawatiran mengenai biaya modal dan besarnya pembiayaan utang yang dibutuhkan akan terus bertahan dalam waktu cukup lama," kata ahli ekonomi Snyder dikutip dari CNBC, Rabu (4/11).

Namun, menurut dia, perdagangan saham yang bertumpu pada ekspansi infrastruktur AI mungkin mulai mendekati kondisi oversold atau jenuh jual.

"Masih mungkin ada sedikit penurunan, sekitar 4% atau 5%. Namun, pada akhirnya, jika pelemahan ini tidak disertai resesi, biasanya penurunan akan berhenti di sekitar level tersebut," ujarnya.

Adapun saham Apple turun hampir 2% setelah produsen iPhone menyampaikan proyeksi margin keuntungan yang mengecewakan pada akhir perdagangan Senin. Selain itu, penjualan iPad pada kuartal keempat tahun fiskal juga tidak mencapai ekspektasi pasar.

Sebaliknya, saham-saham produsen cip justru menguat. Advanced Micro Devices (AMD), yang dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal ketiga setelah penutupan perdagangan, naik lebih dari 3%. Broadcom juga menguat 3%. Sementara itu, saham Micron Technology dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 2%.

Di sisi lain, harga minyak berbalik melemah di tengah spekulasi mengenai kemungkinan kemajuan dalam negosiasi antara AS dan Iran. 

Harga minyak mentah Brent turun 1,12% dan ditutup di US$103,60 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,38% ke US$96,09 per barel.

Investor juga mencermati pemilihan paruh waktu AS yang berlangsung pada Selasa. Hasil pemilu tersebut akan menentukan partai yang menguasai House of Representatives (DPR) dan Senat mulai Januari mendatang.

Pelaku pasar di platform prediksi memperkirakan peluang Partai Demokrat menguasai Senat mencapai hampir 75%.

Kemenangan Partai Demokrat di DPR dan Senat berpotensi menekan pasar saham secara luas pada Rabu. Tekanan terutama dapat terjadi pada saham-saham berbasis AI jika investor belum lebih dahulu mengantisipasi hasil tersebut.

Sebaliknya, jika Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas Senat atau kedua kamar Kongres, pasar saham berpeluang mencatatkan penguatan dalam jangka pendek. Hal tersebut berdasarkan analisis JPMorgan pada pekan ini.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bikin Geger! Yusril Sebut Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Jadi Target Penyadapan Jenderal LSP
• 13 jam lalu
0
thumb
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam
• 7 jam lalu
0
thumb
Daftar Lengkap 3 Pemain Asing yang Didaftarkan Klub BRI Super League untuk Berlaga di I League Cup 2026/2027
• 18 jam lalu
0
thumb
30 Perusahaan dan Koperasi RI Terapkan Smart Factory Kerja Sama dengan Korea Selatan
• 23 jam lalu
0
thumb
Bank Neo Commerce (BBYB) Cetak Laba Rp430,98 Miliar hingga September 2026
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.