30 Perusahaan dan Koperasi RI Terapkan Smart Factory Kerja Sama dengan Korea Selatan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 30 perusahaan dan koperasi di Indonesia telah menerapkan teknologi smart factory melalui program Official Development Assistance (ODA) antara Indonesia dan Korea Selatan. Program yang berlangsung sejak 2024 hingga 2026 ini juga telah melatih lebih dari 600 talenta melalui pendirian Pusat Pelatihan Smart Factory di BINUS University.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan kerja sama kedua negara ini memberikan pembelajaran mengenai penerapan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan pengembangan proses produksi yang lebih modern bagi koperasi dan usaha kecil menengah (UKM).

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang luar biasa kepada Pemerintah Republik Korea, khususnya INNOBIZ Association, atas dukungan dan kontribusinya selama pelaksanaan ODA Project Smart Factory sejak tahun 2024 sampai dengan 2026,” ujar Ferry dalam acara Report Dissemination and Appreciation Forum yang diselenggarakan oleh INNOBIZ di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Selasa (3/11).

Ferry berharap praktik baik dari program ini tidak berhenti setelah proyek selesai, tetapi dapat dikembangkan sebagai acuan untuk mempercepat modernisasi industri.

Ia juga membuka peluang perluasan kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan, termasuk dalam pertukaran pengetahuan, pemanfaatan teknologi, pengembangan smart factory dan smart farm, serta penguatan kapasitas SDM koperasi.

“Kami di Kementerian Koperasi mendapatkan tugas yang tidak ringan karena harus bertanggung jawab untuk membina sekitar 130 ribu koperasi yang sudah ada di Indonesia,” sebut Ferry.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Deputy Director International Trade and Cooperation Division Ministry of SMEs and Startups Republik Korea Yoon Sung-woong menjelaskan program ODA Smart Factory Indonesia telah melampaui target awal.

Selain penerapan teknologi di 30 perusahaan dan koperasi, sekitar 130 tenaga ahli dari kedua negara juga telah melakukan kunjungan timbal balik untuk meningkatkan keahlian dan kapasitas.

“Proyek ini telah memberikan kontribusi pada peningkatan produktivitas dengan menerapkan smart factory di 30 perusahaan dan koperasi di Indonesia, dan sekitar 130 tenaga ahli telah saling berkunjung antara kedua negara untuk mengasah keahlian dan kapasitas mereka,” jelas Yoon.

Korea Selatan turut mendukung pendirian Pusat Pelatihan Smart Factory pertama di Indonesia melalui BINUS University yang telah membina lebih dari 600 talenta sampai saat ini.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu yang juga hadir dalam acara berharap Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM Indonesia (AVITEK KUKM) yang diresmikan dalam kesempatan ini dapat menjadi wadah penghubung antara dunia usaha dan talenta juga mendukung kelanjutan kerja sama teknologi kedua negara.

“Kedutaan Besar Korea juga akan memberikan dukungan penuh agar kerja sama teknologi antara UKM kedua negara dapat terus berlanjut dan membuahkan peluang bisnis yang baru,” tutup Dubes Yoon.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi di Batang Aipda Prihatika Tewas Usai Ditabrak Mobil saat Atur Lalu Lintas
• 1 jam lalu
0
thumb
Negara dengan Kurs Rendah, Opsi Utama Tujuan Wisatawan Indonesia
• 23 jam lalu
0
thumb
DKI Kemarin, inflasi Jakarta hingga penggerebekan Kampung Bahari
• 11 jam lalu
0
thumb
Harga Pangan Naik, Cabai Keriting Tembus Rp105.600 per Kg
• 6 jam lalu
0
thumb
Golkar Dorong Pimpinan Parpol Bertemu dan Tentukan Sikap soal Putusan Suket Gibran Tidak Sah
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.