Badung: Tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dua wisatawan yang tertimbun longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali. Operasi pencarian memasuki hari ketiga pada Rabu, 4 November 2026, bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi.
Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya memastikan kegiatan pencarian tetap berlangsung sesuai prosedur meskipun bertepatan dengan hari besar keagamaan umat Hindu di Bali.
"Terkait dengan Hari Suci Pagerwesi yang jatuhnya besok ya di hari Rabu ini pencarian tetap dilaksanakan, diproses dengan apa yang dilaksanakan oleh tim SAR gabungan seperti biasa," kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, seperti dilansir Antara, Selasa, 3 November 2026.
Sidakarya menjelaskan, personel gabungan akan memulai kegiatan sejak pagi dengan pengarahan sebelum bergerak ke lokasi pencarian. Evaluasi juga dijadwalkan pada sore hari untuk menentukan langkah operasi berikutnya.
"Tetap dari pagi jam 07.00 melaksanakan briefing, dan jam 17.00-nya kita melaksanakan debriefing evaluasi untuk kegiatan esok harinya," ujar Sidakarya.
Baca Juga :
Pencarian Wisatawan Korban Longsor di Glamping Bali Dilanjutkan
Pencarian dilanjutkan karena dua wisatawan yang menjadi korban longsor, masing-masing warga negara Jerman dan warga negara Indonesia, belum ditemukan hingga hari kedua operasi.
Dalam pelaksanaannya, tim SAR menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan perbukitan dan material tanah di area glamping yang masih labil. Akses jalan menuju lokasi kejadian juga sempit sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat.
Petugas pun mengandalkan peralatan manual untuk menyingkirkan material longsor dan melakukan penyisiran. Peralatan yang digunakan antara lain alkon, cangkul, gergaji mesin atau chainsaw, serta sensor pembersih puing.
"Melihat dari akses ya, kami melihat di lokasi ini kemungkinan tidak bisa alat berat karena jalur menuju lokasi sangat kecil dan kita masih menggunakan alat secara manual," ucapnya.
Tim SAR saat mencari korban longsor di glamping Desa Pelaga, Denpasar, Senin, 2 November 2026. (ANTARA/Ho-Basarnas Bali)
Memasuki hari ketiga, Basarnas Bali berencana memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai Desa Pelaga hingga radius 3-3,5 kilometer dari titik awal kejadian.
Operasi pencarian juga dilaksanakan dengan memperhatikan kearifan lokal masyarakat setempat. Upaya tersebut dilakukan melalui doa bersama dan tradisi upacara secara sekala-niskala atau duniawi dan nonduniawi.
Sidakarya menegaskan Basarnas Bali bersama unsur SAR gabungan akan mengoptimalkan upaya pencarian terhadap kedua korban. Ia berharap korban dapat segera ditemukan sebelum masa operasi pencarian standar Basarnas yang berlangsung selama tujuh hari berakhir.





Komentar (0)