Di Balik Keindahan Gunung Halimun Salak, Sebanyak 51 Macan Tutul Jawa Teridentifikasi

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jawa Barat, VIVA - Keberadaan macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di alam liar menjadi salah satu indikator penting kondisi ekosistem hutan di Pulau Jawa. Satwa endemik yang berstatus terancam punah ini membutuhkan habitat yang sehat, ketersediaan mangsa, serta kawasan hutan yang saling terhubung agar dapat bertahan hidup.

Kabar mengenai keberadaan satwa tersebut kembali menjadi perhatian setelah hasil Java-Wide Leopard Survey (JWLS) yang dikoordinasikan Yayasan SINTAS Indonesia mengidentifikasi 51 individu macan tutul Jawa, termasuk tiga anakan, di bentang alam Halimun-Salak, Jawa Barat.

Baca Juga :
Detik-detik Macan Tutul Masuk Permukiman Warga di Cisarua hingga Kena Jebakan dan Dievakuasi
Macan Tutul Masuk Permukiman di Kabupaten Bandung, Serang 2 Warga hingga Terluka

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) sebagai salah satu habitat penting macan tutul Jawa. Sebab, kelangsungan hidup predator puncak ini tidak hanya ditentukan oleh perlindungan terhadap individunya, tetapi juga kondisi lingkungan tempat mereka berkembang biak dan mencari makan.

Dr. Hariyo T. Wibisono, Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, dalam pernyataannya mengenai hasil JWLS sebelumnya menekankan bahwa kelangsungan hidup macan tutul Jawa dalam jangka panjang bergantung pada kualitas habitat, ketersediaan mangsa, konektivitas antarhabitat, serta pengelolaan berbagai tekanan terhadap kawasan.

"Konektivitas habitat menjadi salah satu aspek penting. Hutan yang terfragmentasi dapat membatasi pergerakan satwa, termasuk ketika mereka mencari wilayah jelajah baru atau pasangan untuk berkembang biak. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan interaksi satwa liar dengan aktivitas manusia," ujar Hariyo dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/11/2026).

"Karena itu, pemulihan kawasan hutan yang mengalami degradasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga populasi macan tutul Jawa. Restorasi tidak sekadar menambah jumlah pepohonan, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis hutan agar dapat kembali menjadi tempat hidup berbagai spesies," tambahnya.

325 Hektare Hutan Halimun Salak Akan Direstorasi

Salah satu upaya pemulihan habitat tersebut direncanakan melalui restorasi 325 hektare hutan di kawasan TNGHS selama periode 2026-2027.

Program yang direncanakan Star Energy Geothermal (SEG) tersebut menargetkan penanaman sekitar 120 ribu pohon. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua tahap, yakni 225 hektare pada 2026 dan 100 hektare pada 2027.

Tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat akan dilibatkan dalam proses pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan pohon. Keterlibatan masyarakat diharapkan membantu memastikan kawasan yang dipulihkan tidak hanya ditanami, tetapi juga dirawat agar dapat berkembang menjadi ekosistem hutan yang berfungsi.

Baca Juga :
Kondisi Macan Tutul Masuk Hotel Membaik, Begini Kata BKSDA Jabar
Detik-detik Menegangkan Evakuasi Macan Tutul Masuk Hotel Diduga yang Kabur dari Lembang Park and Zoo
Heboh Macan Tutul Ditemukan di Hotel Bandung, Diduga yang Kabur dari Lembang Park and Zoo

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perang Taiwan Semakin Dekat? AS Hitung Mundur 157 Hari, Beijing Percepat Armada Invasi 
• 2 jam lalu
0
thumb
Kiper Andorra Owono Syok Berat Usai Kematian Jesus de Miguel
• 2 jam lalu
0
thumb
Polisi ungkap pencuri mobil boks di Jaktim merupakan residivis
• 21 jam lalu
0
thumb
Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan 4 Orang: Anggota Hamas hingga Remaja
• 8 jam lalu
0
thumb
Polri Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.