JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebanyak 20.980 personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) masuk dalam rencana pengerahan dan penyiagaan untuk memperkuat pengamanan wilayah DKI Jakarta.
Rencana tersebut tertuang dalam sebuah dokumen yang beredar melalui pesan singkat di sejumlah grup WhatsApp.
Di dalamnya tercantum skema penebalan pengamanan yang dibagi menjadi empat tahap untuk mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di ibu kota.
BACA JUGA:Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Terbongkar, Tersangka Terancam Hukuman Berlapis
Beredarnya dokumen ini menjadi perhatian karena muncul di tengah situasi pascapenetapan Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka.
Namun, dokumen tersebut tidak secara langsung menghubungkan rencana pengerahan pasukan dengan penetapan Listyo Sigit. Hubungan antara langkah pengamanan itu dan potensi aksi massa maupun gangguan keamanan lainnya masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak TNI.
Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Wakil Kasal, Pangkoarmada RI, Pangkormar, Danpushidrosal, serta Asisten Operasi Panglima TNI.
Dalam perinciannya, kekuatan personel dibagi berdasarkan waktu pengerahan, asal satuan, serta status kesiapan masing-masing pasukan.
BACA JUGA:Soal Penetapan Tersangka Jenderal LSP, Menko Yusril: Tidak Ada Unsur Makar
13.140 Personel TNI AL Disiagakan
Dari empat tahapan yang direncanakan, jumlah terbesar berada pada tahap keempat. Sebanyak 13.140 prajurit TNI AL disiapkan dalam posisi siaga dan menunggu perintah untuk bergerak.
Ribuan personel tersebut berasal dari berbagai satuan, termasuk 4.430 personel Mabesal di Cilangkap dan 4.410 prajurit Korps Marinir yang berada di wilayah Jakarta.
Kekuatan lainnya melibatkan Koarmada RI, Koarmada I, Pushidrosal, Kodaeral III, Puspomal, Kolinlamil, Seskoal, Lanudal Jakarta, RSAL Dr. Mintohardjo, hingga Ladokgi REM.
Sementara itu, tahap pertama pengerahan telah dijadwalkan mulai 2 November 2026 dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan yang sudah berada di Jakarta.
Pasukan tersebut berasal dari Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil. Penempatannya menggunakan skema bantuan kendali operasi (BKO), terutama untuk memperkuat pengamanan di bawah Kodam Jaya.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)