Iran Gantung 2 Pria, Disebut Terlibat Pembunuhan 4 Polisi Saat Demo

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: AFP/-

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengeksekusi mati dua pria yang dinyatakan bersalah terlibat dalam pembunuhan empat petugas polisi saat gelombang demonstrasi pada Januari 2026. Eksekusi dilakukan pada Selasa (3/11/2026) setelah Mahkamah Agung menguatkan vonis hukuman mati terhadap keduanya.

Kedua terpidana, Amirhossein Maleki dan Amirhossein Ebrahimi, disebut sebagai pelaku bersenjata dalam kerusuhan di Isfahan, Iran tengah.

"Dua pelaku bersenjata kejahatan Januari 2026 di Isfahan yang tindakan brutal dan mengerikannya menyebabkan kemartiran empat petugas polisi, digantung," demikian laporan media milik lembaga peradilan Iran, Mizan Online.


Mizan menyebut eksekusi dilakukan setelah perkara keduanya melalui peninjauan hukum dan hukuman mati tetap diberlakukan oleh Mahkamah Agung, meskipun para terdakwa telah mengajukan banding. Pengadilan juga menyatakan keduanya merupakan pelaku utama yang membawa senjata dan terlibat langsung dalam sejumlah tindakan kriminal.

Keduanya dijatuhi hukuman mati atas tuduhan moharebeh atau melakukan perang terhadap Tuhan, serta korupsi di bumi melalui tindakan yang dianggap mengancam keamanan nasional. Namun, laporan tersebut tidak merinci secara independen bukti-bukti yang menjadi dasar vonis terhadap kedua pria tersebut.

Gelombang demonstrasi di Iran bermula pada Desember akibat anjloknya nilai tukar mata uang dan melonjaknya tekanan ekonomi, sebelum berkembang menjadi aksi anti-pemerintah. Protes mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari, sementara Teheran menuding Israel dan Amerika Serikat (AS) berada di balik upaya mengobarkan kerusuhan.

Menurut angka resmi pemerintah Iran, lebih dari 3.000 orang, termasuk polisi dan personel keamanan, tewas dalam bentrokan selama demonstrasi. Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia yang berbasis di luar Iran menyebut jumlah korban sebenarnya lebih tinggi.

Eksekusi terhadap Maleki dan Ebrahimi bukan yang pertama terkait kerusuhan tersebut. Pada awal Oktober, otoritas Iran juga telah mengeksekusi Alireza Sepahi dan Alireza Raissi atas keterlibatan mereka dalam kasus yang sama.

Jumlah eksekusi di Iran dilaporkan meningkat sejak perang Timur Tengah pecah pada akhir Februari akibat serangan AS dan Israel. Amnesty International menyebut Iran sebagai negara dengan jumlah eksekusi tertinggi kedua di dunia setelah China.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prancis Berlakukan Jam Malam Usai Kerusuhan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Tingkatkan Kompetensi 143 Pemeriksa Kapal untuk Pastikan Keselamatan Pelayaran saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
• 17 jam lalu
0
thumb
Rupiah Rabu Pagi Dibuka Naik ke Rp18.106/USD
• 1 jam lalu
0
thumb
Rotasi Besar di Polda Banten: 3 Pejabat Utama Bergeser, Ini Daftar Lengkapnya
• 43 menit lalu
0
thumb
Pemprov Jateng salurkan 1.507 alsintan dukung modernisasi pertanian
• 19 jam lalu
0
thumb
Revitalisasi Bandara Minangkabau Capai 78,83 Persen, Waskita Targetkan Fasilitas Baru Beroperasi Awal 2027
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.