Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini mengalami penguatan. Rupiah menguat meskipun dolar AS juga menguat jelang pemilihan paruh waktu di AS.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 4 November 2026, rupiah berada di level Rp18.106 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 54 poin atau setara 0,30 persen dari Rp18.160 per USD pada penutupan perdagangan kemarin.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.148 per USD. Rupiah bergerak menguat dibandingkan Rp18.161 per USD pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
Baca Juga :
Dolar AS Menguat Jelang Rilis Data Ekonomi dan Pemilihan Paruh Waktu(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Rupiah fluktuatif cenderung melemah Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi melemah di rentang Rp18.160 hingga Rp18.210 per dolar AS.
Ibrahim mengatakan, saat ini perhatian pasar akan tertuju pada pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) AS pada tanggal 3 November. Para pelaku pasar juga akan menghadapi jadwal ekonomi yang padat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.
"Data lowongan kerja (JOLTS Job Openings) akan dirilis pada hari Selasa," kata dia.
Di dalam negeri, Ibrahim menjelaskan, tekanan harga kebutuhan pokok masyarakat masih menunjukkan penguatan seiring kenaikan inflasi pangan ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir akibat gangguan pasokan dari fenomena el Nino.
"Di sisi lain, surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 yang tercatat sebesar USD3,36 miliar tetap dibayangi tantangan pertumbuhan impor yang melampaui laju ekspor nasional," ungkapnya.





Komentar (0)