Grid.ID - Istri sah tersangka pembunuhan di Madiun akhirnya muncul ke hadapan publik. Wanita bernama Martha itu membantah terlibat pembunuhan hingga mengungkapkan pengkhianatan suaminya.
Kasus pembunuhan istri siri dan anak di Madiun masih terus jadi sorotan publik. Sebelumnya mencuat rumor bahwa istri sah pelaku ikut terlibat dalam aksi kejam ini.
Sadar bahwa dirinya tengah disorot, Martha Amalia Iflalah (34), istri sah tersangka pembunuhan di Madiun akhirnya buka suara. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Mercure, Jalan Agus Salim, Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (2/11/2026), Martha menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya tidak mengetahui sedikit pun soal pernikahan siri maupun tindakan keji yang dilakukan oleh suaminya.
Ia mengaku selama ini disibukkan dengan berbagai kegiatan sehari-hari sehingga tidak pernah menduga bahwa suaminya, Dwi Bagus Martono (40) menyimpan rahasia besar tanpa sepengetahuannya.
"Saya benar-benar tidak mengetahui terhadap apa yang suami saya lakukan. Apalagi pekerjaan saya masuk dari pukul 07.00 hingga pukul 15.30. Kalau itu benar-benar dilakukan suami saya di halaman belakang maka saya tidak mengetahui terhadap apa yang suami saya lakukan," kata Martha, dikutip dari Kompas.com.
Martha memperkirakan, perbuatan yang dilakukan suaminya mungkin berlangsung saat dirinya sedang menjalankan pekerjaan di luar rumah sebagai pengajar. Setelah menyelesaikan kegiatan mengajar di sekolah, ia biasanya kembali disibukkan dengan usaha bimbingan belajar (bimbel) yang dikelolanya di rumah.
Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Kesibukan yang cukup padat itu membuat Martha sama sekali tidak menyangka bahwa suaminya menyimpan rahasia besar. Ia mengaku sangat terpukul ketika kenyataan tersebut akhirnya terungkap secara perlahan.
Bongkar Pekerjaan Suami dan Pernikahan Siri dengan Korban
Selain aktivitasnya yang cukup padat di luar rumah, Martha juga menyebutkan pekerjaan suaminya yang membuat mereka sering berjarak. Menurut Martha, Bagus memiliki mobilitas pekerjaan tinggi sehingga jarang berada di rumah.
"Jadi dia tidak sebatas bekerja di Indonesia saja, tapi di beberapa perairan luar negeri. Nah, saat menjadi freelance itu dia pertama bekerja di Aberdeen, Inggris (Britania Raya - Skotlandia). Kemudian lanjut di beberapa negara," kata Martha dikutip Grid.ID dari Surya Malang, Selasa (3/11/2026).
Martha menegaskan, tingginya mobilitas pekerjaan dan kebiasaan suaminya yang jarang pulang ke Madiun bukan menjadi alasan utama dirinya tidak mengendus pernikahan siri Bagus dengan Dini Hardiyanti (30) pada 2024 lalu. Sebagai istri, Martha mengaku selama ini memberikan kepercayaan penuh kepada suaminya, terutama ketika sedang menjalankan pekerjaan di luar kota maupun luar negeri.
Martha bukan tipe istri yang selalu memeriksa telepon genggam suami atau meminta akses terhadap hal-hal pribadi untuk memastikan aktivitas pasangan. Baginya, selama Bagus berpamitan ketika hendak bekerja dan memberikan kabar saat akan pulang, ia akan percaya saja.
"Terlepas dari itu semua, saya merasa saya itu tipe orang yang ya sudah, apa yang kamu kerjakan di luar, aku mempercayakan itu. Aku pasrahkan penjagaan ini kepada Yang Maha Menjaga," ucap Martha.
Martha menambahkan, apabila kepercayaan besar yang dia berikan selama ini ternyata disalahgunakan, hal tersebut sepenuhnya menjadi pertanggungjawaban pribadi suaminya.
"Artinya apa pun yang kamu lakukan, kalau misalnya itu ternyata mengkhianati saya, menipu saya, itu menjadi urusanmu," imbuhnya.
Martha juga mengaku tidak pernah membiasakan diri untuk mengecek ponsel suaminya atau meminta kata sandi setiap kali Bagus bepergian. Selama ini, Martha merasa cukup dengan komunikasi sederhana yang terjalin di antara keduanya, mulai dari berpamitan ketika berangkat bekerja hingga mengabari saat hendak kembali ke rumah.
Sebagai informasi, pembunuhan istri siri dan anak di Madiun, Jawa Timur ini terjadi pada Minggu (20/9/2026). Peristiwa ini bermula saat pelaku, Dwi Bagus Martono, terlibat cekcok dengan istri sirinya, Dini.
Setelah menghilangkan nyawa istrinya, Bagus membungkus jasad sang istri menggunakan sleeping bag. Ia juga membunuh anak Dini dengan cara dicekik dan menghilangkan jejak pembunuhannya dengan cara dibakar dan digiling dengan mesin penggiling. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)