Bahlil Ingatkan Nilai Tambah Mineral Tak Akan Maksimal Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk memaksimalkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia. Tanpa pengolahan lebih lanjut di dalam negeri, potensi kekayaan mineral nasional tidak akan memberikan manfaat ekonomi secara optimal.

Bahlil mengatakan pengembangan industri hilir perlu terus diperkuat agar kekayaan alam Indonesia tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas tambang. Pengolahan mineral menjadi produk bernilai tambah juga diharapkan mampu memperluas manfaat sumber daya alam bagi masyarakat.

“Negara kita ini kalau tidak kita lakukan dengan membangun hilirisasi dan industrialisasi, penciptaan nilai tambahnya tidak akan maksimal,” kata tokoh yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dalam rangkaian Minerba Convention and Expo (Minerba Convex) 2026, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, hilirisasi yang telah berjalan selama ini memberikan manfaat melalui berbagai produk teknologi yang digunakan masyarakat. Pemerintah berkomitmen memperkuat pengelolaan dan pengolahan mineral agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Menurut Bahlil, upaya tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menempatkan kekayaan alam sebagai sumber kesejahteraan rakyat. Karena itu, hilirisasi dan industrialisasi perlu terus dijalankan untuk mengoptimalkan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

Sejalan dengan dorongan pemerintah, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperkenalkan manfaat hilirisasi mineral melalui ajang Minerba Convex 2026. Perusahaan mengusung tema “Menghadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan” untuk menunjukkan keterkaitan mineral dengan berbagai kebutuhan masyarakat.

Division Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, mengatakan pengelolaan mineral tidak semestinya berhenti pada aktivitas pertambangan. Kekayaan mineral perlu diolah menjadi material dan produk yang memiliki nilai tambah sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“MIND ID percaya pengelolaan mineral tidak berhenti pada pemanfaatannya sebagai komoditas tambang. Melalui hilirisasi, MIND ID mendorong kekayaan mineral diolah menjadi material dan produk bernilai tambah yang mendukung kehidupan dan kesehatan masyarakat secara luas,” kata Selly.

Ia menjelaskan, mineral seperti nikel, aluminium, tembaga, dan timah memiliki berbagai kegunaan dalam sektor industri. Pemanfaatannya mencakup beragam aplikasi sesuai karakteristik masing-masing mineral dan kebutuhan produk yang dihasilkan.

Untuk memperkenalkan manfaat tersebut, MIND ID menghadirkan booth interaktif yang menghubungkan pembahasan mineral dengan teknologi, kesehatan, dan gaya hidup aktif. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan industri pertambangan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pengunjung dapat mengikuti dua aktivitas, yakni pemeriksaan indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) berbasis teknologi dan Pedal for Life. Pemeriksaan BMI menampilkan hasil pengukuran tinggi serta berat badan berikut rekomendasi aktivitas fisik, sedangkan Pedal for Life mengajak pengunjung bersepeda menggunakan sepeda statis untuk mengumpulkan jarak tempuh secara bersama-sama.

Melalui kegiatan tersebut, MIND ID berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran mineral di luar aktivitas pertambangan. Hilirisasi menjadi salah satu langkah untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi material dan produk yang memiliki manfaat lebih besar bagi kehidupan masyarakat.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Fakta Mengejutkan Truk Molen Maut Bekasi: 6 Tahun Tak Pernah Uji KIR
• 6 jam lalu
0
thumb
Nakes di Bantul Diduga Dilecehkan Pasien saat Periksa Tensi, Polisi Usut
• 20 jam lalu
0
thumb
Klinik Koperasi Desa Merah Putih Wajib Lewati Proses Kredensialing untuk Layani Peserta JKN
• 7 jam lalu
0
thumb
Ramai Nasabah MNC Bank Tak Bisa Akses Mobile Banking, Ini Penjelasan Manajemen
• 9 jam lalu
0
thumb
BNPB Ingatkan Ancaman Banjir Usai Kebakaran Hutan
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.