IHSG Merosot 3,27 Persen, Analis: Masih karena MSCI dan Harga Minyak

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (3/11). Hingga pukul 14.05 WIB, IHSG merosot 3,27 persen atau turun 166,645 poin ke level 4.930,185.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG sempat dibuka di level 5.126,526 dan menyentuh level tertinggi 5.143,582. Namun, tekanan jual membuat indeks terus bergerak melemah hingga menyentuh posisi terendah 4.918,377.

Tekanan di pasar saham juga tercermin dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 582 saham tercatat turun, sedangkan 70 saham menguat dan 64 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 6,943 triliun dengan volume perdagangan 17,637 miliar saham.

Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual, menilai tekanan IHSG masih dipengaruhi sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan tingginya harga minyak dunia.

“Masih sama, terkait MSCI shock dan tingginya harga minyak,” kata David kepada kumparan, Selasa (3/11).

Selain itu, David menyebut aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell yang masih tinggi turut membebani pasar. Faktor pelemahan rupiah juga menjadi perhatian.

“Betul, net sell asing karena isu MSCI [masih tinggi],” ujarnya.

Sejalan dengan itu, riset BRI Danareksa Sekuritas yang terbit setelah perdagangan sesi I mencatat investor asing membukukan net sell Rp 831,55 miliar. Angka tersebut berasal dari nilai pembelian asing sebesar Rp 1,61 triliun dan penjualan Rp 2,44 triliun.

Saham BBRI menjadi yang paling banyak dilepas investor asing dengan net sell Rp 173,45 miliar.

Riset tersebut juga menyoroti antisipasi pasar terhadap MSCI Index Review pada 11-12 November 2026. Potensi perubahan konstituen dan bobot saham dalam indeks menjadi salah satu perhatian investor.

Selain itu, pelaku pasar menantikan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa (3/11). Pertemuan KSSK dinilai penting untuk mencermati respons otoritas terhadap gejolak pasar modal, pelemahan rupiah, dan stabilitas sistem keuangan.

Dari eksternal, pergerakan harga minyak dunia turut menjadi perhatian. Pada Senin (2/11), harga minyak Brent turun 7,63 persen ke USD 104,77 per barel dan WTI melemah 7,36 persen ke USD 96,46 per barel, seiring harapan negosiasi damai AS-Iran melalui mediasi Qatar.

Namun, harga minyak kembali bergerak naik ke sekitar USD 105 per barel pada Selasa setelah muncul laporan serangan AS di Pulau Qeshm, Iran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AS Kembali Serang Iran Diam-Diam, Targetnya Pulau Qeshm
• 6 jam lalu
0
thumb
Polda Sulsel Larang Personel Gunakan Vape
• 10 jam lalu
0
thumb
Waktu Mandi Terbaik: Pagi atau Malam?
• 9 jam lalu
0
thumb
Ada Pemeliharaan Jembatan di Tol Jagorawi, Jasa Marga Berlakukan Contraflow Arah Bogor
• 3 jam lalu
0
thumb
Oknum Bhayangkari di Surabaya yang Curi dan Kuras ATM Temannya Rp 4,5 Juta Jadi Tersangka
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.