Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama 2026 untuk mendukung modernisasi pertanian di wilayahnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan mekanisasi menjadi kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus mempertahankan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

"Modernisasi alat pertanian ini tidak hanya menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Hal tersebut disampaikannya di sela acara Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11).

Luthfi mengungkapkan produksi gabah Jawa Tengah pada 2025 mencapai 11,5 juta ton atau berkontribusi sekitar 16,5 persen terhadap produksi nasional. Sementara itu, produksi sepanjang 2026 hingga memasuki November telah mencapai sekitar 8,5 juta ton. Ia optimistis mekanisasi pertanian dapat mendukung peningkatan produksi pangan.

Ia menyebut bantuan alsintan akan disalurkan ke 32 kabupaten/kota, dengan jenis peralatan yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan masing-masing daerah. Karena itu, Luthfi meminta pemerintah daerah dan kelompok tani penerima memastikan alat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

Selain meningkatkan efisiensi, Luthfi berharap modernisasi mampu menarik minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian. Menurutnya, saat ini semakin banyak anak petani yang memilih bekerja di sektor lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan bantuan 1.507 unit alsintan tersebut meliputi 100 unit rice transplanter, kemudian 10 unit combine harvester, 30 unit traktor roda empat, 80 unit hand tractor singkal, 74 unit kultivator, 80 unit traktor crawler, 100 unit pompa air diesel, 28 unit alat pencacah pupuk organik, dan 1.005 unit handsprayer elektrik.

Ia mengatakan penggunaan alsintan diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian sekitar 40-50 persen. Mekanisasi juga dinilai dapat menekan kehilangan hasil panen dan pascapanen dari sekitar 10 persen menjadi maksimal 2 persen.

Hadirnya bantuan ini mendapat sambutan positif dari para petani. Salah seorang petani dari Kelompok Tani Sri Berkah, Kabupaten Pemalang, Sutirto mengaku merasakan manfaat bantuan mesin panen padi (combine harvester).

Dengan alat tersebut, petani mampu mempercepat proses panen sekaligus menghasilkan gabah yang lebih bersih dibandingkan cara konvensional. Sebab, bila panennya dilakukan dengan cara manual, membutuhkan sekitar 30-40 pekerja untuk menyelesaikan dua pertiga hektare lahan dalam sehari.

"Kalau menggunakan combine harvester, satu hektare bisa selesai sekitar satu setengah sampai dua jam," ucapnya.

Sutirto juga berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah dan Dinas Pertanian dan Peternakan atas bantuan tersebut. Ia berharap mesin panen itu dapat membantu meringankan pekerjaan petani dan meningkatkan efisiensi panen di wilayahnya.


(ega/ega)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tanpa panjat tebing, Indonesia kehilangan peluang emas SEA Games 2027
• 18 jam lalu
0
thumb
Dua WNI Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Jepang, Kemlu Urus Pemulangan Jenazah ke Indonesia
• 9 jam lalu
0
thumb
IHSG Merosot 3,27 Persen, Analis: Masih karena MSCI dan Harga Minyak
• 2 jam lalu
0
thumb
Kakorlantas Polri Perkuat Pengamanan Nataru 2026–2027, Siapkan Simulasi Jalur hingga Antisipasi Mudik Lebaran
• 16 jam lalu
0
thumb
BMKG: Waspada Banjir Rob Akibat Fase Bulan Baru pada 2-17 November, Ini Wilayahnya!
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.