Jakarta: Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 3 November 2026 setelah berhasil menyelesaikan fase kenaikan awal dan mencapai target harga pertama di USD3.940. Meski demikian, pergerakan emas berpotensi mengalami koreksi sementara sebelum kembali melanjutkan tren bullish.
"Arah dolar Amerika Serikat (AS), ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta sejumlah agenda ekonomi dan politik AS menjadi faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar," kata analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit dalam keterangan tertulis dia.
Pergerakan emas pada timeframe empat jam (H4) masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan setelah menyelesaikan fase pullback. Harga sebelumnya telah mencapai target pertama di level USD3.940. Setelah kenaikan tersebut, XAUUSD berpotensi mengalami penyesuaian harga menuju zona support terdekat di USD3.890–USD3.907 sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Dupoin Futures menyoroti area USD3.890–USD3.907 sebagai zona penting untuk mempertahankan momentum bullish. Apabila harga mampu bertahan di atas area tersebut, koreksi berpotensi menjadi fase konsolidasi sementara sebelum pembeli kembali mendorong harga naik. Dalam skenario ini, XAUUSD berpeluang menguji resistance di kisaran USD3.960–USD3.970.
"Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus zona support tersebut, skenario penguatan perlu dievaluasi kembali. Karena itu, respons harga pada area support akan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan apakah momentum kenaikan masih cukup kuat untuk berlanjut," ujar dia.
Baca Juga :
Emas UBS dan Galeri 24 Masih Kompak Naik, Berikut Rinciannya(Ilustrasi. Foto: Freepik) Harga emas mulai pulih Dari sisi fundamental, rangkuman Reuters menyebutkan bahwa harga emas mulai pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan besar hingga menyentuh level terendah dalam satu tahun. Pemulihan tersebut didukung pelemahan harga minyak yang sempat meredakan kekhawatiran inflasi, serta penurunan nilai dolar AS yang membuat emas kembali menarik bagi sebagian investor.
Meski demikian, Geraldo menyebut, prospek kenaikan emas masih menghadapi tantangan. Pasar masih memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada Desember. Apabila ekspektasi tersebut menguat, dolar AS berpotensi kembali mendapatkan dukungan dan memberikan tekanan terhadap emas.
"Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga kenaikan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil," jelas Geraldo.
Selain kebijakan moneter, investor juga akan mencermati hasil pemilu paruh waktu AS dan data tenaga kerja yang dijadwalkan rilis pekan ini. Perkembangan tersebut dapat memengaruhi penilaian pasar terhadap kondisi ekonomi AS sekaligus memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed berikutnya.
"Data tenaga kerja yang lebih lemah berpotensi mengurangi ekspektasi pengetatan moneter, sedangkan data yang kuat dapat mempertahankan tekanan terhadap emas," kata dia.
Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures melihat peluang penguatan XAUUSD masih terbuka selama harga mampu bertahan di zona support USD3.890–USD3.907. Jika momentum bullish kembali terbentuk setelah pullback, harga berpeluang bergerak menuju resistance USD3.960–USD3.970.
"Namun, pergerakan dolar AS, ekspektasi suku bunga, dan perkembangan data ekonomi tetap menjadi faktor penentu bagi keberlanjutan kenaikan harga emas," ungkap dia.





Komentar (0)