BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Polisi menduga uang palsu senilai Rp980 juta yang disita dalam kasus pengiriman lintas Sumatera-Jakarta merupakan sisa Pemilu dan Pilkada Serentak 2024. Uang tersebut diduga disimpan dan rencananya kembali digunakan.
Dalam pengembangan kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung menangkap Sudiono alias Praka di Kecamatan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara. Sudiono merupakan mantan bakal calon Bupati (Bacabup) Deli Serdang yang pernah maju melalui jalur perseorangan pada Pilkada 2013.
Sudiono diduga berperan sebagai pihak yang menyuruh sekaligus menyimpan uang palsu sebanyak 9.800 lembar pecahan Rp100.000. Total nilai uang palsu tersebut mencapai Rp980 juta.
Dugaan keterkaitan uang palsu dengan sisa Pemilu dan Pilkada 2024 terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik. Namun, polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap asal-usul uang tersebut serta pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredarannya.
Baca Juga:Mutasi Polri Terbaru, Irjen Pol Rudi Darmoko Peraih Adhi Makayasa Akpol 1993 Jadi Kalemdiklat"Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang palsu ini disimpan oleh pelaku hasil atau sisa dari Pilkada Serentak 2024," ujar Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Lampung Jackson Jeremia, Selasa (3/11/2026).
Penangkapan Sudiono merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap Azizir Wicaksono. Sebelumnya, Azizir ditangkap di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, saat hendak menuju Jakarta.
Dari hasil penyelidikan, polisi menduga pengiriman uang palsu dari Medan menuju Jakarta telah dilakukan sebanyak dua kali. Pengiriman pertama berlangsung pada Agustus 2025 dengan jumlah 5.000 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 atau senilai Rp500 juta.
"Kami telah melakukan penangkapan terhadap atas nama Sugiono alias Praka pada 27 Oktober 2026 pukul dua siang di Kota Medan. Peran tersangka sebagai pihak yang menyuruh termasuk menyimpan uang palsu," ucapnya.
Sementara itu, pengiriman kedua pada 2026 berhasil digagalkan melalui operasi Seaport Interdiction di Pelabuhan Bakauheni. Uang palsu tersebut diangkut menggunakan bus dari Medan menuju Jakarta sebelum akhirnya diamankan petugas.
Baca Juga:Keji! Siswa SMK di Pasuruan yang Hilang Diculik Ternyata Dibunuh dan Dibakar IparMenurutnya, penyidikan kasus tersebut masih terus dikembangkan. Polisi berupaya mengungkap keterlibatan pihak lain, termasuk pihak yang diduga berada di balik jaringan peredaran uang palsu lintas provinsi.
Penyidik juga menelusuri dugaan rencana penggunaan uang palsu tersebut untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta. Pengembangan perkara diharapkan dapat mengungkap asal-usul uang serta peran masing-masing pihak dalam jaringan tersebut.





Komentar (0)