Keberhasilan menembus ritel modern menandakan bahwa produk UMKM mampu memenuhi standar kelayakan dan menunjukkan daya saingnya.
IDXChannel—Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus memperluas pemasaran produknya hingga ke jaringan distribusi ritel modern.
Keberhasilan menembus ritel modern menandakan bahwa produk UMKM mampu memenuhi standar kelayakan dan menunjukkan daya saingnya. Pencapaian ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk UMKM untuk mengakses pasar global.
“Ritel modern menjadi etalase bagi produk-produk berkualitas yang sudah terstandardisasi. Kemendag bersama pemerintah daerah bekerja sama dengan asosiasi ritel untuk mendampingi para UMKM agar produknya bisa diterima di ritel modern. Selain itu, produk yang sudah dikurasi ritel akan lebih mudah mendapat kesempatan ekspor,” ujar Budi pada Pembukaan (Kick Off) Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 di Bandung, Senin (2/11/2026).
Dia menggambarkan potensi produk Indonesia di pasar global melalui pencapaian Trade Expo Indonesia 2026 pada 14–18 Oktober 2026 lalu. Pameran tersebut mencatatkan potensi transaksi USD22,94 miliar atau sekitar Rp414,13 triliun.
Khusus UMKM, potensi transaksi tercatat senilai USD510,79 juta. Kemendag pun terus mengakselerasi ekspor produk UMKM melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara mitra dagang.
“Kemendag memfasilitasi pelaku usaha untuk makin berdaya saing di pasar domestik dan ekspor. Kami harap, Ibu dan Bapak yang telah masuk ritel modern dapat mengembangkan pasar ekspor,” tambah Budi.
Hari Ritel Nasional 2026 berlangsung pada 2–11 November 2026. Pada HRN 2025, terjaring hampir 1.000 UMKM yang mengikuti pendampingan lewat kelas online. Sebagian UMKM yang terkurasi masuk ke ritel modern keanggotaan APRINDO.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Solihin, menyatakan bahwa asosiasi siap mendukung pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan produk Indonesia melalui jaringan ritelnya.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan bagi produk Indonesia melalui penjualan di ritel modern,” ujar Solihin.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut, penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tidak lepas dari sektor ritel. Ia berharap, HRN 2026 memicu sektor ritel untuk menyediakan lapangan pekerjaan, khususnya bagi masyarakat Bandung.
“Bisnis ritel di Kota Bandung memiliki volume sangat besar dengan kemampuan daya serap tenaga kerja yang sangat baik. Dengan iklim persaingan usaha yang sangat sehat di Kota Bandung, bisnis ritel harus menjadi salah satu sektor penggerak pertumbuhan ekonomi,” ujar Farhan.
(Nadya Kurnia)






Komentar (0)