JAKARTA, KOMPASTV - Harga emas dinilai stagnan sepanjang 2026. Hal ini menjadi perhatian karena harga emas sempat mencapai all-time-high (ATH) pada Januari 2026 yang mencapai nilai 5.602–5.608,35 USD per troy ons pada 29 Januari 2026.
Analis komoditas Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan penguatan dollar AS menjadi faktor besar yang menekan harga emas menjadi stagnan sepanjang tahun ini.
"Sangat menekan karena yield (pendapatan rutin) masih sangat tinggi," kata Geraldo dalam Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (3/11/2026)
Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 3 November 2026, Ada Kenaikan Jadi Segini
Ekspektasi Suku Bunga Amerika Serikat Masih MenguatMeski tidak terjadi perubahan pada suku bunga Amerika Serikat (AS), Geraldo menuturkan ekspektasi suku bunga AS masih tinggi, sehingga berpengaruh pada menguatnya mata uang dollar AS yang menyebabkan para investor masih memegang mata uang itu sebagai instrumen investasi jangka pendek.
"Banyak orang masih belum mau menginvestasikan emas dalam jangka panjang karena masih belum melihat timbal hasil yang menarik," ucap Geraldo.
Hal ini menyebabkan banyak orang memegang dollar AS sebagai instrumen investasi, baik dalam bentuk cash maupun obligasi.
Hal ini diperkuat dengan adanya kenaikan harga minyak dunia yang memperkuat inflasi global. Inflasi global turut memperkuat nilai dollar AS yang berdampak pada tertahannya harga emas.
Taking Profit Para Investor BesarGeraldo juga mengatakan tendensi stagnansi dan pelemahan harga emas terjadi karena para investor besar sedang melakukan profit taking dari transaksi emas sebelumnya.
Saat ini, kata dia, para investor sedang mengambil posisi dari pembelian yang sudah mereka lakukan sebelumnya.
Hal ini terjadi karena para investor besar sudah melakukan pembelian emas jauh sebelum harga emas mulai naik secara signifikan sampai menyentuh al-time-high di angka 5.400 USD per troy ons.
Baca Juga: Proses Pencarian 2 Wisatawan Tertimpa Longsor di Badung Bali
"Mereka melakukan profit taking terlebih dahulu dan mereka akan kembali mencari area-area suport yang bisa dijadikan opportinuty pembelian kembali," tutur Geraldo.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Gregorius Tri Hendrawan Manurung Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- harga emas stagnan
- harga emas
- penguatan dolar
- investasi 2026
- dollar AS






Komentar (0)