Gus Ipul Ingatkan Warisan Konstitusi Pahlawan Lewat Penguatan Pendidikan

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh elemen bangsa meneruskan warisan perjuangan para pahlawan. Salah satu warisan penting para pahlawan adalah konstitusi, khususnya tiga pasal yang menjadi jantung konstitusi Indonesia, yakni Pasal 31, Pasal 33, dan Pasal 34 UUD 1945.

Menurutnya, Pasal 31 mengamanatkan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan. Sementara itu, Pasal 33 mengatur pengelolaan kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Adapun Pasal 34 menjadi landasan negara dalam memberikan perlindungan kepada fakir miskin, anak-anak terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan jaminan dan rehabilitasi sosial.

"Dari Undang-Undang Dasar itu kita melihat dengan nyata bahwa para pahlawan tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Mereka berpikir untuk bangsa Indonesia, khususnya generasi yang akan datang," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul pada Malam Peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (2/11). Acara ini mengangkat tema, 'Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama Melanjutkan Perjuangan'.

Menurut Gus Ipul, landasan konstitusi tersebut secara nyata diterjemahkan Presiden Prabowo Subianto melalui arahan agar Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja cepat mewujudkan amanat Pasal 34, dimulai dengan menghadirkan data yang akurat. Dengan data yang tepat, bantuan pemerintah diharapkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

"Kita ingin datanya akurat, sasarannya tepat, sehingga bantuan pemerintah diterima oleh mereka yang paling membutuhkan," tegasnya.

Baca juga: Pemprov Papua Pegunungan Usulkan 4 Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

Selain data akurat, salah satu upaya konkret untuk menjalankan amanat tersebut adalah melalui Program Sekolah Rakyat. Gus Ipul menjelaskan, program yang merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, khususnya mereka yang putus sekolah atau berisiko tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

"Hadirnya Sekolah Rakyat ini untuk menjangkau mereka yang tertera dalam Pasal 34, yaitu fakir miskin dan anak-anak terlantar. Mereka berasal dari keluarga-keluarga paling tidak mampu yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan secara layak," jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul juga memaparkan ada empat nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yakni keberanian, ketulusan, rela berkorban, dan kedisiplinan. Keempat nilai tersebut merupakan warisan perjuangan yang perlu terus dihidupkan oleh generasi penerus bangsa.

"Para pahlawan memiliki keberanian luar biasa, tetapi keberanian itu bukan tanpa tujuan. Mereka berani untuk memerdekakan bangsa ini," tutur Gus Ipul.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa keberanian para pahlawan bukanlah keberanian untuk memusuhi sesama anak bangsa, melainkan keberanian menghadapi penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Nilai tersebut perlu menjadi inspirasi agar masyarakat berani memperjuangkan kebaikan dan kepentingan bangsa.

Nilai kedua adalah ketulusan. Menurut Gus Ipul, para pahlawan telah menunjukkan ketulusan dalam memperjuangkan Indonesia tanpa mengutamakan kepentingan pribadi maupun keluarga.

Keteladanan itu juga tercermin dari keluarga dan keturunan para pahlawan yang tetap berkontribusi secara sukarela dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial tanpa meminta keistimewaan.

"Maka itu, kita doakan mudah-mudahan seluruh keluarga pahlawan diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan para leluhurnya. Inilah ketulusan yang harus kita tiru. Ketulusan yang harus kita catat karena sesungguhnya pahlawan memang memperjuangkan untuk kepentingan Indonesia, tidak untuk kepentingan dirinya sendiri maupun keluarganya," tegasnya.

Baca juga: Kemensos Pastikan Seleksi Komisi Nasional Disabilitas Bebas Intervensi

Selanjutnya, Gus Ipul juga mengajak meneladani sikap rela berkorban para pahlawan. Ia menjelaskan, setelah Indonesia merdeka, banyak pahlawan tidak mengejar kekayaan maupun jabatan sebagian dari mereka bahkan kembali menjalani profesi semula sebagai petani, nelayan, maupun pelayan masyarakat di daerah masing-masing.

Tak kalah penting, nilai kedisiplinan para pahlawan juga harus diteladani. Menurut Gus Ipul, Kedisiplinan para pahlawan tidak hanya terlihat dari ketepatan waktu atau kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari sikap menjaga amanah dan membedakan kepentingan negara dengan kepentingan pribadi.

"Para pahlawan juga disiplin dalam menjaga harta mereka. Mereka memisahkan mana harta negara dan mana harta pribadi. Itulah luar biasanya para pahlawan kita," ungkapnya.

Ajakan meneladani nilai-nilai yang diwariskan juga datang dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono. Dia berharap generasi muda tidak sekadar mengenal pahlawan nasional melalui catatan sejarah, tetapi juga memahami dan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.

Menurutnya, setiap pahlawan nasional memiliki peran dan perjuangan masing-masing dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pertahanan, sosial budaya, kemasyarakatan, hukum, hingga pendidikan. Meski memiliki latar belakang perjuangan yang berbeda, mereka dipersatukan oleh semangat pengabdian serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.

"Kami sebagai keluarga mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh orang tua dan leluhur kami. Kecintaan mereka kepada rakyat dan Tanah Air Indonesia menjadi nilai-nilai yang kami catat, kami tulis dalam memorabilia, dan kami simpan agar cita-cita, semangat, serta perasaan cinta tanah air dan bangsa tetap terjaga," ujar Meutia.

Baca juga: Gus Ipul Puji Ribuan Agen Perlinsos Banyumas, Capaian di Atas Rata-rata

Meutia menjelaskan, salah satu upaya IKPNI dalam memperkenalkan warisan perjuangan tersebut dilakukan melalui pameran yang menampilkan buku-buku dan berbagai memorabilia peninggalan para pahlawan nasional. Pameran ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat, terutama anak-anak muda dan siswa Sekolah Rakyat agar dapat mengenal lebih dekat sejarah sekaligus nilai-nilai perjuangan para pahlawan.

Meutia menegaskan, kepahlawanan tidak semata-mata berbicara tentang sosok yang tercatat dalam buku sejarah. Lebih dari itu, hal terpenting adalah memahami semangat, pengorbanan, keberanian, dan kecintaan mereka terhadap Indonesia yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan saat ini.

"Pahlawan itu tidak hanya ada di dalam sejarah, tetapi yang lebih penting adalah nilai-nilai dan semangat yang ada pada diri mereka masing-masing. Itu bisa dibaca melalui buku, tetapi juga akan terus kami sosialisasikan," pungkasnya.

Malam Peringatan Hari Pahlawan ini diisi dengan penampilan grup angklung IKPNI hingga drama musikal siswa Sekolah Rakyat yang berkolaborasi dengan aktor Aryo Wahab. Gus Ipul dan seluruh tamu yang hadir tampak terpukau dan bangga dengan penampilan para murid dalam drama musikal tersebut.

Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo (Pasha) yang hadir dalam acara tersebut juga ikut menghibur para tamu dengan menyumbangkan suara merdunya bersama sang istri Adelia Wilhelmina. Ia membawakan tiga lagu dan sempat menyapa siswa-siswi Sekolah Rakyat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Penasihat DWP Kemensos Fatma Saifullah Yusuf, Wakil Penasihat DWP Kemensos Intan Agus Jabo, Sekjen Kemensos M Hasan Chabibie, Dirjen Dayasos Kemensos Mira Riyati, Dirjen Rehsos Kemensos Supomo, serta keluarga para pahlawan yang tergabung dalam IKPNI.




(akd/akd)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SDN Rappocini Makassar Jadi Lokasi PPL, Lima Mahasiswa UNM Asah Kompetensi Calon Guru Profesional
• 24 menit lalu
0
thumb
Anggota DPR Sebut Target RUU Pemilu Rampung Maret 2027, Evaluasi KPU-Bawaslu Menyeluruh
• 21 jam lalu
0
thumb
Lalui Comeback Pahit Bersama Sassuolo, Begini Pengakuan Jujur Jay Idzes soal Kondisi Tim
• 1 jam lalu
0
thumb
Harga Tepung Melonjak, Menteri UMKM Siap Koordinasi Operasi Pasar dengan Kemendag
• 1 jam lalu
0
thumb
Cipta Perdana (PART) Berencana Rights Issue Maksimal 1 Miliar Saham
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.