Vance: AS-Iran capai kemajuan dalam negosiasi damai

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Wakil Presiden AS JD Vance, Senin (2/11), mengatakan bahwa Washington telah mencapai "kemajuan" dalam pembicaraan dengan Iran dan menyatakan dia dan Presiden Donald Trump merasa "cukup optimistis" untuk mencapai penyelesaian melalui negosiasi.

"Saya baru saja berbicara dengan Presiden Amerika Serikat, sekitar satu jam yang lalu mengenai hal ini," kata Vance kepada para wartawan.

"Presiden dan saya sama-sama merasa cukup optimistis mengenai prospek tercapainya penyelesaian melalui negosiasi. Kami akan terus mengupayakannya," tambahnya.

"Pihak Iran memang selalu agak sulit ditebak, dan seperti yang selalu dikatakan oleh Presiden, dia tetap menyiapkan opsi tindakan kinetik (militer). Dia juga menyiapkan opsi non-kinetik, namun kami jelas telah mencapai kemajuan. Kita lihat saja apakah kami bisa mencapai kemajuan lebih lanjut," katanya.

Saat ditanya apakah Iran telah diberi tenggat waktu sebelum serangan kembali dilancarkan, Vance menjawab: "Tidak, kami tidak menetapkan tenggat waktu."

"Setelah melumpuhkan program nuklir mereka, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak membangunnya kembali atau mencoba untuk membangunnya kembali. Itulah hal yang paling penting bagi Amerika Serikat," tegasnya.

"Kami yakin ada jalan ke arah sana, tetapi hal itu benar-benar memerlukan komitmen yang tegas dan dapat diverifikasi bahwa mereka tidak akan membangun kembali program nuklir tersebut," tambahnya.

Pernyataan Vance disampaikan beberapa jam setelah Trump, dalam acara pembukaan kembali Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington, mengatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang kini telah memasuki bulan kesembilan.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, dan itu bisa saja terjadi," kata Trump, seraya menambahkan bahwa Iran telah meminta Washington untuk berhenti menargetkan para pemimpin mereka, "dan kami akan memenuhinya."

Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu tindakan balasan dari Iran di berbagai wilayah tersebut.

Meski upaya diplomatik telah dilakukan dan sebuah nota kesepahaman sempat ditandatangani oleh Washington dan Teheran pada Juni, ketegangan tetap berlanjut terkait pengaturan keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran sebut AS menjadi pihak penentu penyelesaian konflik

Baca juga: AS pertimbangkan serangan lanjutkan ke Iran setelah pemilu paruh waktu


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pakar Sebut Putusan Pengadilan Belum Pengaruhi Jabatan Gibran, tapi Tindak Lanjutnya Bisa Menjegal
• 11 jam lalu
0
thumb
Sekolah Perkuat Pendidikan Pancasila untuk Cegah Intoleransi Pelajar
• 11 jam lalu
0
thumb
Podium MI: Dunia Panik, Kita Perlu Ikut-ikutan?
• 10 jam lalu
0
thumb
Laba Bank Neo Commerce Tembus Rp430,98 Miliar, Ini Penopangnya
• 9 jam lalu
0
thumb
Anak Amien Rais sebut MA Sedang Ditekan Usai Jokowi Terbang ke Jakarta
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.