Aira ev Hadir, Bagaimana Nasib Wuling Air ev?

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Selain menjadi salah satu pabrikan yang memelopori mobil listrik di Indonesia, Wuling juga jadi pionir battery electric vehicle (BEV) berukuran mikro di dalam negeri. Produk pertamanya adalah Wuling Air ev.

Kala pertama kali meluncur, Air ev merupakan mobil listrik paling terjangkau untuk pasar domestik. Selang beberapa tahun, penjualan kendaraan elektrik murni tersebut sudah melampaui puluhan ribu unit.

Sampai pada 2026, jenama China tersebut melahirkan Aira ev. Bukan ditakdirkan sebagai penerus, melainkan menjadi pilihan pelengkap dari lini BEV Wuling yang sudah ada. Model ini juga tak kalah sukses diterima pasar.

Direktur Pemasaran Wuling Motors, Ricky Christian menjelaskan bahwa Aira ev bukan sebagai pengganti Air ev. Ia menegaskan masih memproduksi model tersebut dan aktivitas penjualannya tetap berjalan seperti biasa.

"(Penjualan) Air ev saat ini masih ada, cuma memang kebanyakan peminatnya konsumen lebih kepada untuk tipe terbaru kita ya, yaitu Aira ev," ujar Ricky ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat pekan kemarin.

Dirinya tak menampik bahwa produksi saat ini tengah berfokus pada model teranyar mereka yakni Aira ev untuk mengejar jumlah pemesanan dan pengiriman yang sudah masuk. Ia bilang jumlah pemesanan Aira ev sudah lebih dari 5.000 unit.

"Kita akan mengikuti berdasarkan permintaan konsumen saja sih. Jadi kalau memang permintaannya sudah menurun, tentu nanti akan kita sesuaikan juga untuk stok kita. Sekarang fokus di Aira ev, saat ini produksi kita 2.000-an unit per bulan (semua model)," imbuh Ricky.

Mengacu pada laman resmi Wuling Motors, saat ini Wuling Air ev dibanderol mulai Rp 214 jutaan untuk Lite Standard Range, lalu Rp 251 jutaan untuk Lite Long Range, dan Rp 307 jutaan yang Pro Long Range.

Sedangkan Aira ev hanya tersedia dua pilihan varian yaitu Standard Range dijual Rp 155 juta dan Long Range Rp 175 jutaan, semuanya berstatus on the road (OTR) Jakarta. Ricky mengatakan harga tersebut masih akan dipertahankan.

"Harga masih bertahan. Cuma mungkin tahun depan kita masih monitor ya, karena mungkin ada perubahan konversi, ada perubahan harga material, dan juga biasanya kan tiap tahun juga ada pajak-pajak yang mungkin bisa berubah," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bedah Kinerja Danantara Investment, Aset Rp 140 T hingga Bidik Investasi Asing
• 3 jam lalu
0
thumb
Ray Rangkuti Respons Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran: Mundur atau Dimundurkan
• 21 jam lalu
0
thumb
ANW Klaim Alami Kekerasan Seksual, Kuasa Hukum Betrand Peto Sebut Pelapor Datang dalam Pengaruh Alkohol
• 6 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Mendadak Panggil Menteri dan Pejabat ke Istana
• 45 menit lalu
0
thumb
Satu Syarat yang Bisa Membuat Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2026 di Qatar, Jorge Martin Jadi Kunci
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.