Bahlil Tegaskan Ekspor SDA Harus Langsung ke Negara Tujuan, Langsung Saja!

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh direktur jenderal (Dirjen) di lingkungan Kementerian ESDM terkait tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia.

Bahlil meminta agar pengiriman komoditas sumber daya alam Indonesia dilakukan langsung ke negara tujuan ekspor, tanpa harus transit terlebih dahulu melalui negara lain, termasuk negara tetangga.

BACA JUGA:82 Saham Didepak dari IHSG, Ada DCII dan BREN! Apa Dampaknya bagi Investor?

Menurutnya, praktik pengiriman barang melalui negara perantara berpotensi membuat negara tersebut memperoleh keuntungan ekonomi, mulai dari penerimaan pajak hingga pencatatan neraca perdagangan.

Bahlil mencontohkan pengiriman komoditas Indonesia ke China. Ia menginginkan barang yang dikirim dari Jakarta langsung menuju China, bukan singgah di negara lain yang kemudian mencantumkan komoditas tersebut sebagai produk ekspornya.

"Tidak boleh lagi SDA kita sekarang ESDM, kalau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung ke China, tidak boleh dari Jakarta mampir ke negara ‘yang itu’. (Negara itu) hanya stempel kemudian dia bilang ini ekspor dari negara dia. Dari mana barang kau!," tekan Bahlil di Jakarta pada Senin, 2 November 2026.

BACA JUGA:Rektor UIN Jakarta Sebut Pertemuan SOM MABIMS Perkuat Solidaritas-persaudaraan di ASEAN

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut harus segera dihentikan. Bahlil mengaku telah memerintahkan para Dirjen Kementerian ESDM untuk memastikan jalur ekspor komoditas Indonesia tidak lagi bergantung pada negara perantara.

"Langsung saja, sudah lama barang kita diolah begini terus, saya nggak bisa diolah-olah mereka, nggak bisa, saya sudah perintahkan dirjen," ucap dia.

Instruksi tersebut tidak hanya menyasar komoditas pertambangan, tetapi juga ekspor gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).

Ia menyinggung pengiriman LNG Indonesia yang selama ini ditujukan ke sejumlah negara, termasuk Jepang dan Korea.

BACA JUGA:Gibran Hadapi Serangan Politik Bertubi-tubi, Pengamat Singgung Pengaruh Elektabilitas

Bahlil juga mempertanyakan alasan Indonesia harus menggunakan negara lain sebagai perantara dalam aktivitas perdagangan energi tersebut.

"Langsung saja, kenapa harus pakai negara lain. Mereka dapat pajak, mereka dapat neraca perdagangan. Baru ada bencana sedikit saja sudah gopoh-gopoh kayak apa aja. Jangan kirim lagi ke sana. Indonesia berdaulat jangan diatur-atur," terang Bahlil.

Meski melontarkan kritik keras, Bahlil tidak secara terbuka menyebut negara yang dimaksud sebagai lokasi transit komoditas ekspor Indonesia.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolri Terbitkan Surat Edaran Larangan Personel Pakai Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor
• 5 jam lalu
0
thumb
Polda Jabar Larang Penggunaan Vape di Kantor Polisi
• 8 jam lalu
0
thumb
Video: Aktivitas Manufaktur China Terkontraksi di Oktober 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Kredit 5 Tahun, Lebih Untung Membeli Mobil Bensin atau Listrik?
• 8 jam lalu
0
thumb
Foto: Jejak Maut Truk Molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.