Jakarta, VIVA -Membeli mobil secara kredit dengan tenor lima tahun menjadi pilihan bagi konsumen Indonesia. Setelah cicilan lunas, sebagian pemilik menjual kendaraan lama untuk membeli mobil baru. Dalam kondisi tersebut, memilih mobil bensin atau mobil listrik perlu mempertimbangkan seluruh biaya kepemilikan, termasuk nilai jual kembali.
Mobil listrik menawarkan biaya energi lebih rendah. Namun, depresiasi atau penurunan harga jual bisa memengaruhi keuntungan selama masa kepemilikan. Sementara itu, mobil bensin membutuhkan biaya bahan bakar lebih besar, tetapi memiliki pasar mobil bekas yang lebih mapan.
Lantas, mana yang lebih menguntungkan selama lima tahun?
Biaya Kredit dan Operasional
Untuk simulasi, diasumsikan kedua mobil memiliki harga OTR Jakarta Rp300 juta. Pembelian dilakukan dengan uang muka 20 persen atau Rp60 juta, sedangkan sisa Rp240 juta dicicil selama 60 bulan.
Dengan asumsi bunga flat 5 persen per tahun, total bunga kredit mencapai Rp60 juta selama lima tahun. Dari perhitungan VIVA Otomotif Senin (2/11/2026), biaya pembelian melalui kredit, termasuk uang muka, menjadi Rp360 juta sebelum biaya administrasi dan pengeluaran lainnya.
Dari sisi energi, mobil listrik memiliki keunggulan. Dengan konsumsi 14,5 kWh per 100 kilometer, mobil listrik membutuhkan sekitar 2.175 kWh untuk menempuh 15.000 kilometer setahun. Berdasarkan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh, biaya pengisian daya di rumah mencapai sekitar Rp3,14 juta per tahun.
Sebagai pembanding, mobil bensin dengan konsumsi 12 kilometer per liter membutuhkan sekitar Rp12,5 juta per tahun jika menggunakan Pertalite seharga Rp10.000 per liter.
Dengan demikian, penghematan energi mobil listrik mencapai sekitar Rp46,8 juta selama lima tahun. Perhitungan ini mengasumsikan pengisian daya di rumah dan harga energi tetap.
Perawatan, Pajak, dan Asuransi
Biaya perawatan juga memengaruhi total pengeluaran. Mobil bensin membutuhkan penggantian oli mesin, filter, dan busi. Mobil listrik tidak memerlukan servis komponen tersebut, meski pemeriksaan ban, rem, suspensi, dan sistem pendingin tetap diperlukan.
Dalam simulasi ini, biaya servis dan komponen rutin selama lima tahun diasumsikan Rp17 juta untuk mobil bensin dan Rp12 juta untuk mobil listrik.






Komentar (0)