Ramallah: Sebanyak 3.133 serangan dilakukan militer Israel dan pemukim Israel di Tepi Barat sepanjang Oktober 2026, meningkat 52,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Dalam laporan bulanan yang dirilis pada Senin, 2 November 2026, Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Palestina mencatat militer Israel melakukan 1.764 serangan. Sementara itu, pemukim Israel bertanggung jawab atas 1.369 serangan lainnya.
"Serangan oleh pemukim Israel mengalami peningkatan paling signifikan, yakni sebesar 111,6 persen dibandingkan September, ketika tercatat 647 serangan," ujar pernyataan lembaga tersebut, seperti dikutip Anadolu.
Laporan itu mencatat berbagai bentuk kekerasan, mulai dari penembakan dan serangan fisik terhadap warga Palestina hingga perusakan properti dan lahan pertanian. Insiden lainnya mencakup pembakaran pohon dan kendaraan serta penyitaan properti milik warga.
Sejumlah serangan juga berupa penutupan jalan dan tindakan menghalangi warga Palestina mengakses tanah mereka. Kekerasan di Tepi Barat Meningkat Laporan tersebut dirilis di tengah meningkatnya operasi militer Israel dan kekerasan oleh pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Eskalasi tersebut berlangsung sejak Israel memulai perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Dalam periode yang sama, penggerebekan militer dan pembatasan pergerakan warga Palestina semakin intensif.
Situasi juga ditandai dengan penyitaan lahan, pemindahan paksa komunitas Palestina, serta perluasan permukiman dan pos-pos permukiman Israel di wilayah pendudukan.
Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan pendapat hukum penting yang menyatakan keberadaan Israel di wilayah pendudukan Palestina melanggar hukum internasional.
ICJ juga menyatakan Israel wajib mengakhiri keberadaan ilegal tersebut, menghentikan pembangunan permukiman baru, dan mengevakuasi para pemukim dari wilayah pendudukan.
Baca juga: Israel Terbitkan 9.518 Perintah Pembongkaran Bangunan Palestina Sejak 2015





Komentar (0)