Fakta Baru Kasus Balita Tewas di Kebayoran Lama: Alami Kekerasan Berulang dan Gizi Buruk

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Balita berinisial SF (2) yang tewas usai diduga dianiaya oleh Ayah tiri dan ibu kandung hingga tewas diduga mengalami kekerasan fisik berulang kali. Bahkan, tim dokter menemukan indikasi gizi buruk

Hal itu diungkapkan oleh Dokter Spesialis Forensik RS Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri Pralebda dari hasil pemeriksaan luar dan autopsi awal.

BACA JUGA:Usung Tema We Grow We Glow, Marina Beauty Journey 2026 Siapkan Beauty Camp untuk 20 Perempuan Muda

"Pada pemeriksaan kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya, ya kurang dari yang harusnya normal pada usia tersebut. Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak. Baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," jelasnya, Senin, 2 November 2026.

Kasus tragis dugaan penganiayaan balita perempuan berinisial SF (2) hingga tewas terjadi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam 31 Oktober 2026 akhirnya terkuak. 

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah, menjelaskan, peristiwa diduga dilakukan di fasilitas umum di sekitar area Stasiun Kebayoran Lama.

BACA JUGA:Lirik Lagu SHOCK - TREASURE Lengkap Makna dan Terjemahan, Percaya Diri Sendiri dan Berani Tampil Beda

"Untuk kejadiannya sendiri itu di area sekitar Stasiun Kebayoran Lama. Di seberangnya itu ada kamar mandi atau WC umum di mana pelaku berinisial AR itu melakukan tindak pidana di sana sebanyak dua kali. Dua kali di WC umum itu, di jam 7 malam hari Sabtu tanggal 31 Oktober dan juga jam 11 malam, di mana ada saksi pemilik toilet umum," katanya.

Aksi keji pelaku mulai terendus akibat kecurigaan penjaga atau pemilik WC umum yang mendengar suara jeritan dari lokasi kejadian.

"Nah, dengan keadaan tersebut salah satu saksi pemilik toilet itu curiga karena ada jeritan tangisan dari jenazah atau korban ini," ujarnya.

BACA JUGA:Kemenhaj Rilis Daftar Jemaah Haji 2027 Berhak Lunas, Begini Cara Cek Nama dan Estimasi Keberangkatan

Mendengar itu, Kata Seala, warga sekitar curiga dan melihat pelaku AR yang kembali ke lokasi tersebut dan langsung mengamankan ayah tiri serta melaporkan ke peristiwa itu ke polisi.

Hasil pemeriksaan awal ternyata aksinya juga dibantu ibu Kandung yang diduga bertugas mengubur jasad korban.

"Nah, setelah dilakukan pendalaman, lalu tersangka juga kembali ke lokasi, itu masyarakat juga semakin curiga, sehingga diamankanlah tersangka ini, lalu dilaporkan kepada pihak kepolisian yaitu di Polsek Kebayoran Lama. Setelah kami melakukan pendalaman, didapati dua pelaku yaitu AR sebagai pelaku berjenis kelamin laki-laki, dan juga J, ibu dari korban," ungkap Kompol Seala Syah.

Menerima laporan dari warga, tim gabungan Polsek Kebayoran Lama dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan didapati sejumlah luka penganiayaan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penggeledahan Pesantren Picu Keluhan, Polri Akui Ada Santri yang Ketakutan dan Siapkan Evaluasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Bocah 10 Tahun di Tulungagung Tewas Tenggelam saat Bermain di Dam
• 4 jam lalu
0
thumb
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK
• 1 jam lalu
0
thumb
Prospek 4 Saham Emas: Adu Ekspansi EMAS, MDKA, AMMN dan BRMS, Mana yang Menarik?
• 10 jam lalu
0
thumb
Bukan Cuma Catchy! Ini Daya Tarik Lirik dari Jingle no na x Shopee 11.11 Big Sale yang Bikin Netizen Terpikat
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.