Shanghai, VIVA - Lexus bersiap memasuki babak baru di pasar otomotif China. Merek mobil mewah asal Jepang tersebut akan meluncurkan SUV listrik pertamanya yang diproduksi langsung di China pada 2027.
Langkah ini sekaligus mengakhiri strategi Lexus yang selama hampir tiga dekade hanya mengandalkan kendaraan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar China. Nantinya, SUV listrik tersebut akan diproduksi di fasilitas baru milik Toyota yang berlokasi di Distrik Jinshan, Shanghai.
Dikutp VIVA dari Carnewschina, Senin (2/11/2026), pabrik tersebut menjadi fasilitas produksi Lexus pertama di luar Jepang yang sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan secara mandiri oleh Toyota.
Kehadiran pabrik ini menjadi bagian dari upaya Lexus menghadapi persaingan yang semakin ketat di segmen kendaraan listrik premium China. Sejumlah merek lokal seperti Nio dan Zeekr kini menawarkan berbagai model listrik yang menjadi pesaing di pasar tersebut.
Fasilitas produksi di Shanghai mulai dibangun pada 2025. Pabrik ini juga akan menggunakan teknologi manufaktur berbeda dibandingkan fasilitas otomotif konvensional.
Salah satunya adalah teknologi aluminium gigacasting, yakni proses pengecoran aluminium berukuran besar untuk menyatukan sejumlah komponen kendaraan menjadi satu struktur. Metode tersebut memungkinkan pengurangan jumlah komponen sekaligus menyederhanakan proses perakitan.
Selain itu, pabrik tersebut tidak menggunakan sistem jalur produksi konveyor konvensional. Kendaraan akan berpindah secara otomatis dari satu stasiun kerja ke stasiun berikutnya.
Untuk tahap awal, kapasitas produksi dilaporkan mencapai sekitar 1.000 unit per bulan atau setara 12.000 unit dalam setahun. Namun, angka tersebut masih merupakan target produksi awal dan belum mencerminkan kapasitas maksimal pabrik.
Spesifikasi SUV Listrik Lexus Masih Dirahasiakan
Meski jadwal peluncurannya sudah mengarah ke 2027, Lexus belum mengungkap identitas SUV listrik tersebut. Informasi mengenai harga, kapasitas baterai, tenaga motor listrik, hingga jarak tempuh juga belum diumumkan.
Jenis baterai yang akan digunakan pun masih belum dipastikan. Sejumlah laporan menyebut kemungkinan penggunaan baterai lithium ternary atau lithium iron phosphate (LFP).
Toyota sendiri tengah mengembangkan teknologi baterai solid-state bersama Idemitsu Kosan. Perusahaan menargetkan penerapan teknologi tersebut pada kendaraan listrik sekitar 2027 hingga 2028.






Komentar (0)