RI Bakal Alihkan Jalur Ekspor Batu Bara 60 Juta Ton, Tak Lagi Transit di Singapura

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Ekspor komoditas dari Indonesia ditargetkan langsung menuju negara tujuan tanpa harus transit di negara tersebut.

RI Bakal Alihkan Jalur Ekspor Batu Bara 60 Juta Ton, Tak Lagi Transit di Singapura. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah akan mengalihkan jalur ekspor komoditas sumber daya alam untuk tidak lagi transit di Singapura yang selama ini menjadi hub perdagangan internasional. Ekspor komoditas dari Indonesia ditargetkan langsung menuju negara tujuan tanpa harus transit di negara tersebut.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan salah satu pengalihan rute pengiriman itu misalnya untuk komoditas batu bara. Selama ini, ada sekitar 50-60 juta ton batu bara yang di ekspor dari Indonesia transit ke Singapura terlebih dahulu.

Baca Juga:
Kejagung Lelang 209 Ribu Ton Batu Bara Kasus Korupsi Samin Tan, Raup Rp264 Miliar

"Yang lewat sana itu (Singapura), batu bara mungkin sekitar 50-60 juta ton. Kan tidak ada batu bara di sana (Singapura). Tidak mungkin juga kalau misalnya dari sana ke China atau ke mana gitu, pasti (batu bara) dari kita," kata Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (2/11/2026).

Ditemui secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan perubahan jalur ekspor SDA akan didukung kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Perusahaan yang berada di bawah naungan Danantara ini akan menjalankan tugas ekspor yang akan dikirim langsung ke negara tujuan tanpa melakukan transit.

Baca Juga:
Harga Batu Bara Tembus Level Tertinggi 2 Tahun

"Kita dengan DSI koordinasi bagus, kita akan lewat satu pintu lewat DSI, dan tidak perlu lagi lewat transit-transit di mana, bisa langsung ke negara tujuan," kata Bahlil saat ditemui usai acara Minerba Convex 2026 di JIExpo Kemayoran.

Bahlil menjelaskan, pengiriman komoditas melalui negara perantara justru memberikan keuntungan ekonomi kepada negara lain, mulai dari penerimaan pajak hingga manfaat terhadap neraca perdagangan. Dia mencontohkan, apabila Indonesia ingin mengirimkan komoditas ke China, pengiriman harus dilakukan langsung dari Indonesia menuju China tanpa harus singgah terlebih dahulu di negara lain.

Baca Juga:
Emiten Batu Bara Tawarkan Dividend Yield 9 Persen, Dua Saham Ini Disorot

"Pak Dirjen, saya perintahkan lewat forum ini, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Saya enggak mau," kata Bahlil.

Sebelumnya perusahan dari dalam negeri kerap menjadikan Singapura sebagai hub perdagangan global karena pertimbangan regulasi pajak, kepastian hukum, hingga fasilitas perbankan global. Di satu sisi, Singapura juga punya pelabuhan raksasa dan jaringan pelayaran global yang memungkinkan pengalihan atau konsolidasi muatan sebelum dikirim ke negara pembeli akhir.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sebanyak 100 Mustahik Dibekali Soft Skil Siap Kerja, Kolaborasi Lazismu-Ruang Amal Indonesia
• 7 menit lalu
0
thumb
Pilpres Bulgaria, Iliana Iotova menang telak di hitung cepat
• 13 jam lalu
0
thumb
Government Prepares Tax Incentives Worth Around Rp632 Trillion for 2027
• 9 jam lalu
0
thumb
Politik kemarin, Gerindra target menang hingga buruh diminta terampil
• 18 jam lalu
0
thumb
Emas Bangkit Menuju USD3.900, Risiko Pasar Masih Membayangi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.