Emas Bangkit Menuju USD3.900, Risiko Pasar Masih Membayangi

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga emas dunia naik pada Senin, 2 November 2026, karena penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi. Sementara para pemburu harga murah kembali masuk ke pasar setelah logam mulia tersebut mengalami penurunan bulanan tertajam sejak 2008. Meski demikian, risiko geopolitik yang muncul kembali serta aksi jual saham teknologi global terus membayangi prospek pasar.

Dikutip dari Investing, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD3.900,05 per ons, sementara harga emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi USD3.908,30. Perak menguat 1,4 persen menjadi USD49,83 per ons, sedangkan platinum turun 3,4 persen menjadi USD1.434,65. Paladium spot melemah 2,6 persen menjadi USD980,35, sementara paladium berjangka naik satu persen menjadi USD986,75. Indeks Dolar AS turun 0,2 persen ke level 101,88.

Harga emas kembali menguat setelah sempat anjlok 3,7 persen pada sesi sebelumnya, penurunan yang membawa harga ke level terendah dalam satu tahun dan mencatatkan kinerja Oktober terburuk bagi logam mulia ini sejak 2008. Harga emas sempat naik hingga 0,7 persen mendekati USD3.900 per ons seiring dengan langkah para investor yang memanfaatkan penurunan harga tersebut.

Harga minyak turun selama dua sesi berturut-turut menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS pada Selasa. Di tengah situasi ini, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan Presiden Donald Trump lebih memilih solusi diplomatik untuk menangani konflik dengan Iran.

Prospek tercapainya kesepakatan memberikan sedikit kelegaan bagi pasar energi sekaligus meredakan kekhawatiran akan tekanan inflasi lebih lanjut.

Baca Juga :

Kontrak Berjangka Saham AS Menguat Tipis usai Oktober yang Berat

(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti) Risiko eskalasi militer kembali muncul Namun, risiko eskalasi militer kembali muncul. Trump telah berulang kali mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu, sementara Teheran telah memperingatkan akan adanya respons balasan yang lebih luas.

Beberapa negara di kawasan Teluk Persia juga telah menyuarakan kekhawatiran serangan lain dari AS dapat memicu konflik regional yang jauh lebih destruktif.

Aksi jual besar-besaran di sektor saham teknologi turut memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia. Penurunan di pasar ekuitas baru-baru ini mendorong investor untuk melikuidasi kepemilikan emas mereka guna menutupi kerugian di bagian lain portofolio investasi mereka.

Pasar saham AS juga diperkirakan akan melanjutkan penurunannya pada hari Senin, menyusul aksi jual di Wall Street yang dipicu oleh kekhawatiran baru terkait investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Penurunan tajam di sektor teknologi pekan lalu berkontribusi pada jatuhnya harga emas ke level terendah dalam satu tahun, karena investor menjual emas, bersamaan dengan aset-aset lainnya, untuk menutupi kerugian di pasar saham.

Meskipun aksi beli saat harga rendah (bargain buying) telah membantu emas untuk sedikit pulih, volatilitas lebih lanjut pada saham teknologi serta ketidakpastian seputar konflik AS-Iran terus menghadirkan risiko bagi pemulihan harga emas ke depannya. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kepala BPJPH Haikal Hasan: ini adalah Kejadian yang Sangat Memalukan...
• 8 jam lalu
0
thumb
Wasekjen Demokrat Sebut Dua Opsi untuk Wapres Gibran: Mundur atau Dimundurkan
• 46 menit lalu
0
thumb
Peta Klasemen Serie A pasca Laga Tadi Malam: Lazio pertama, Juventus dan Napoli di Papan Tengah
• 2 jam lalu
0
thumb
Hasil Super League 2026-2027: PSIM Keluar Zona Merah Usai Kalahkan Borneo FC 2-1, Savio Sheva Jadi Pahlawan Laskar Mataram
• 18 jam lalu
0
thumb
Besok Ada Pengumuman Penting, Sepertinya Ada Kabar Baik
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.