Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat selama periode Oktober 2026 telah terjadi sebanyak 129 kejadian gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya.
"Dari 129 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,7 magnitudo dan yang terkecil 1,1 magnitudo,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Suaidi Ahadi di Bandung, Senin, 2 November 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Antisipasi Gempa Sesar Lembang, BMKG Bentuk Masyarakat Siaga Gempa“Sepanjang periode Oktober 2026 terdapat delapan kali gempa bumi yang dirasakan,” ujar Suaidi.
Berdasarkan letak hiposenter, lanjut dia, terjadi 66 gempa bumi yang berpusat di laut. Sedangkan 63 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat.
Alat pemantau gempa Sesar Lembang.
Suadi mengatakan salah satu gempa bumi yang dirasakan pada Oktober 2026 berkekuatan magnitudo (M) 4,1 yang berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu, 15 Oktober 2026, dirasakan di Kabupaten Cianjur hingga Sukabumi
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelas dia.
BMKG Bandung memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa. Jika terjadi gempa bumi, kata dia, masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG.
“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” pesan dia.





Komentar (0)