Soroti Api Gambut Jelang KSTI 2026, Kemdiktisaintek: 1 Kg Gambut Terbakar Butuh 6 Liter Air

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Memadamkan kebakaran lahan gambut ternyata punya kalkulasi matematis yang bikin mengelus dada.

Satu kilogram lahan gambut yang terbakar membutuhkan sedikitnya 6 liter air hanya untuk memadamkan apinya.

Jika dihitung untuk skala satu hektar, volume air yang dibutuhkan bisa melonjak fantastis hingga jutaan liter. Angka ekstrem ini berdasarkan kalkulasi dari Guru Besar Universitas Indonesia.

BACA JUGA:Persija Bawa 3 Pemain Asing Hadapi PSMS di I.League Cup 2026/2027

Fakta tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng .

Menurut Fauzan, tingginya kebutuhan air terjadi karena karakter api gambut yang berbeda dari kebakaran hutan biasa . Api tidak hanya berkobar di permukaan, melainkan merayap di dalam tanah yang terbentuk dari tumpukan ranting puluhan ribu tahun.

"Jadi si apinya itu dia enggak di permukaan, tapi bisa di bawah, di dalam," ujar Fauzan, saat paparan jelang KSTI 2026, di Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Guna menghadapi kompleksitas tersebut, Kemdiktisaintek menyiapkan strategi riset berbasis sains yang terarah melalui tiga fokus utama.

BACA JUGA:BEI Kecualikan 81 Saham HSC dari IHSG, Indeks Sesi I Menguat 0,95%

Fokus Pertama: Pengelolaan dan Produktivitas Lahan. Pemerintah menghidupkan kembali basis data lahan gambut dan memetakan keberadaan aliran air mirip sungai bawah tanah yang rentan terganggu saat fenomena El Nino.

Jadi sebenarnya Riset diarahkan agar lahan gambut tidak sekadar dijaga, tetapi juga bisa ditanami secara produktif demi mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

Fokus Kedua: Prediksi dan Deteksi Dini Kebakaran. Mencegah api meluas dianggap jauh lebih vital ketimbang memadamkan.

Pemerintah memanfaatkan pemantauan suhu, kelembaban, data satelit, hingga mendatangkan peneliti diaspora Indonesia asal Inggris, Gus Mulyadi.

Selain itu, dikembangkan pula pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) bernama Palapa yang sanggup terbang tinggi selama berjam-jam untuk memantau data lapangan secara presisi.

BACA JUGA:Indonesia Borong Dua Gelar Hylo Open 2026, Amallia/Fadia Juara Ganda Putri

"Deteksi dini ini menjadi kunci karena dengan pemahaman temperatur dan kelembaban, perkembangan kebakaran sedikit demi sedikit bisa kita pahami," terangnya.

Dalam Fokus ketiga,Penanganan Kebakaran dan Pemadaman Mengingat metode water bombing lebih efektif untuk lahan non-gambut, strategi utama pemadaman gambut dialihkan pada pemanfaatan sumber air bawah tanah .

Pemerintah mendorong penyediaan pompa-pompa air di kawasan hutan yang berdekatan dengan desa agar penyebaran api dapat ditahan.

Tak hanya itu, sejumlah inovasi lokal juga ikut diuji, mulai dari penggunaan bahan alami seperti singkong dan umbi-umbian hingga larutan kimiawi.

BACA JUGA:Bansos Makin Digital! Gus Ipul Apresiasi 8.217 Agen Perlinsos Banyumas, Ini Peran Mereka

Semua solusi tersebut sedang diteliti efektivitasnya berdasarkan lokasi sumber api, urgensi, biaya, hingga kelayakan skala penerapannya (scale up).

Sebagai langkah konkret, Kemdiktisaintek akan membuka pendaftaran proposal (call for proposal) riset terarah mulai Januari tahun depan.

Riset ini bakal menggandeng pemerintah daerah, badan terkait, hingga masyarakat penyandang api sebagai pihak pengguna (off-taker) di lapangan.

Langkah berbasis sains ini rencananya juga bakal dipresentasikan dalam ajang Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 mendatang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Inflasi Bulanan Sulsel 0,57%, Cabai Bikin Dompet Warga Menipis
• 25 menit lalu
0
thumb
Kronologi Toa Masjid di Ciputat Diduga Kena Tembak Senapan Angin
• 4 jam lalu
0
thumb
Sebelum Tewas, Bayi 20 Bulan Ditenggelamkan Bapak Tiri hingga Muntah
• 35 menit lalu
0
thumb
Bahlil Tegaskan RI Belum Bisa Ekspor Listrik, Minta Danantara Tak Terima Lobi Singapura
• 2 jam lalu
0
thumb
Resmikan Renovasi SDN Adisutjipto 2 Yogya, KSP Listyo Dorong Siswa Kuasai AI dan Koding Sejak Dini
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.