Bahlil Tegaskan RI Belum Bisa Ekspor Listrik, Minta Danantara Tak Terima Lobi Singapura

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bahlil mengatakan Indonesia menunda ekspor listrik ke Singapura, seperti yang direncanakan sebelumnya. 

Bahlil Tegaskan RI Belum Bisa Ekspor Listrik, Minta Danantara Tak Terima Lobi Singapura. (Foto: iIqbal Dwi Purnama/News Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia menunda ekspor listrik ke Singapura, seperti yang direncanakan sebelumnya. 

Dia menyebut kebijakan penundaan ekspor listrik tersebut mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu, sebelum menjual listrik ke negara-negara lain. 

Baca Juga:
Bahlil Lapor ke Prabowo Soal Listrik Desa hingga Perkembangan Pabrik Baterai Mobil Listrik

"Saya sudah mengumumkan untuk Indonesia belum dalam waktu dekat belum bisa mengekspor listrik. Kita masih butuh listrik. Enggak ada," ujar Bahlil dalam acara Minerba Convex 2026, Senin (2/11/2026).

Pada kesempatan itu, Bahlil juga meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk tidak menerima lobi-lobi atau tawaran tambahan dari Singapura, ketika mengajukan permintaan pengiriman listrik dari Indonesia. 

Baca Juga:
Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Pertimbangkan Kebutuhan Dalam Negeri

"Saya sudah kasih tahu Danantara, jangan kamu mau dilobi-lobi. Enggak ada. Izin itu ada di (Kementerian) ESDM, bukan Danantara," tegasnya.

Sebelumnya, Bahlil sempat mengumumkan rencana pemerintah untuk melakukan ekspor listrik ke Singapura. Namun hingga pertengahan tahun ini, rencana tersebut masih belum terealisasi. Salah satu kendalanya mengenai harga listrik yang ditawar oleh Singapura belum bisa diterima oleh pemerintah. 

Baca Juga:
Tak Boleh Transit, Bahlil Perintahkan Ekspor SDA Indonesia Harus Langsung ke Negara Tujuan

Bahlil mengatakan penetapan harga listrik yang akan dijual ke Singapura harus memberikan keuntungan seimbang bagi Indonesia dan Singapura. Regulasi di Indonesia menempatkan kewenangan penetapan harga tersebut pada pemerintah. 

"Terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

Sebagai informasi, ekspor listrik merupakan salah satu dari 26 kesepakatan yang dijalin oleh Pemerintah Indonesia dengan Singapura, dalam kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka Jakarta, pada Senin (6/7/2026) lalu. 

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bedah Rumah hadirkan hunian layak bagi masyarakat penghasilan rendah
• 18 jam lalu
0
thumb
Delapan Warga Palestina Syahid dalam Serangan Israel di Gaza, Anak-anak Turut Jadi Korban
• 5 jam lalu
0
thumb
Pertamina Hulu Energi Produksi 467 Ribu Barel Minyak dan 2.762 MMSCFD Gas
• 6 jam lalu
0
thumb
Dari Penolakan Warung Mi Babi hingga Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, MUI dan Persis Ikut Bereaksi
• 4 jam lalu
0
thumb
Pertemuan Menlu G20 berakhir tanpa pernyataan bersama
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.