Pemerintah menargetkan program penurunan bunga pinjaman bagi nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dari kisaran 20-25% menjadi 8% mulai berjalan pada minggu kedua November 2026. Pemerintah saat ini telah menyiapkan subsidi anggaran sebesar Rp 2,6 triliun hingga akhir 2026 untuk program kredit tersebut.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah telah melakukan uji coba penyaluran bunga pinjaman terhadap sekitar 3.200 nasabah Mekaar dengan bunga kredit 8%.
“Alhamdulillah dari tadi kita evaluasi dan beberapa catatan-catatan itu kita perbaiki dan kita review. Dan insyaallah dalam minggu kedua bulan November ini sudah bisa kita dorong,” kata kepada wartawan, usai Rakortas di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (2/11).
Sebelum program tersebut diimplementasikan secara luas, menurut dia, pemerintah masih perlu menyelesaikan sejumlah administrasi, termasuk perjanjian kerja sama antara Kementerian UMKM selaku kuasa pengguna anggaran dan PNM sebagai pelaksana program.
Pemerintah menargetkan perjanjian kerja sama tersebut dapat diselesaikan pada pekan ini, sehingga program penurunan bunga pinjaman bisa mulai berjalan pada pekan depan.
Politikus Partai Golkar tersebut mengatakan, uji coba dilakukan terlebih dahulu agar pemerintah dapat mengevaluasi pelaksanaan program sebelum menerapkannya kepada lebih banyak nasabah. Adapun lokasi uji coba dipilih dengan mempertimbangkan kepadatan wilayah di Pulau Jawa serta daerah yang masuk kategori miskin berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).
Meski telah menyiapkan anggaran Rp 2,6 triliun, menurut Maman, pemerintah masih menghitung jumlah nasabah yang dapat dijangkau dengan anggaran tersebut mengingat waktu pelaksanaan pada 2026 hanya tersisa sekitar dua bulan.
“Sementara ini, buat untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp 2,6 triliun. Nanti akan kami exercise kembali Rp 2,6 triliun itu dan berdasarkan constraint waktu yang tinggal dua bulan ini bisa meng-cover berapa nasabah,” katanya.
Maman menegaskan, penurunan bunga pinjaman menjadi 8% akan berlaku secara permanen.
Dia memperkirakan jumlah nasabah Mekaar saat ini berada di kisaran 12 hingga 15 juta orang yang selama ini menghadapi bunga pinjaman sekitar 20-25%.





Komentar (0)