Jakarta, VIVA - Usai Mahkamah Agung (MA) memutuskan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA Gibran tidak sah dan batal demi hukum. Kini membuat Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan komentar hingga menyalahkan Kemendikdasmen.
Kata Ade, bahwa suket itu bukan dokumen yang secara tiba-tiba diminta Gibran kepada Kemendikdasmen.
Bahkan dijelaskannya, untuk mendapatkan suket itu, Gibran terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan menerima persyaratan yang harus dipenuhi. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, Gibran pun memperoleh suket tersebut.
Lalu, kata Ade, setelah menjabat, suket tersebut dipermasalahkan karena dianggap cacat administrasi. Hal ini langsung membuatnya heran.
"Setelah dia (Gibran) menjabat karena katakanlah Pak Subhan ini mengatakan ada kesalahan administrasi di tingkat administrasi di Dikdasmen, apa kesalahannya Mas Gibran? Kok jabatan Wapresnya yang harus harus harus mundurlah, harus impeach (dimakzulkan) lah," Ucap Ade dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (2/11/2026).
"Kan ini yang menjadi aneh, iya dong. Kenapa? Karena Mas Gibran ini tidak 'kucluk-kucluk' menyampaikan atau memerintahkan Dikdasmen, 'Dikdasmen, saya minta keluarkan suket', kan enggak begitu, suket itu keluar karena adanya persyaratan," sambungnya.
Menurut Ade, persoalan suket ini merupakan tanggung jawab Dikdasmen, bukan pada Gibran maupun jabatan Wakil Presiden.
Dia pun menegaskan bahwa tuntutan agar Indonesia kehilangan Wakil Presiden hanya karena persoalan administrasi tersebut merupakan pandangan yang naif dan mengabaikan kedaulatan serta suara rakyat.
"MPR kok yang melantik ini. Jadi jangan ketika kemudian ada putusan Mahkamah Agung tiba-tiba sudah enggak punya Wapres. Nah, inilah yang saya rasa keliru kita memahami sesuatu putusan itu," ucapnya.
Ade lantas menegaskan kembali bahwa Gibran telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta oleh pihak Dikdasmen untuk memperoleh surat keterangan tersebut.
"Syarat-syarat administratif itu, pemenuhan itu, syaratnya itu ada pada Dikdasmen, jadi apapun syarat-syarat yang dimintakan oleh Dikdasmen, kan dipenuhi Mas Gibran," katanya.
"Nah, kalau ada kesalahan administratif yang sifatnya itu ada di Dikdasmen, kan tidak harus bertanggung jawab Mas Gibran. Kenapa? Karena apa yang dimintakan oleh Dikdasmen untuk mengeluarkan suket ini sudah dipenuhi," sambungnya.






Komentar (0)