OMED Raup Penjualan Rp1,85 Triliun hingga Kuartal III-2026, Target Dinaikkan

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dengan membukukan penjualan Rp1,85 triliun.

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dengan membukukan penjualan Rp1,85 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Produsen dan distributor alat kesehatan tersebut membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih, disertai peningkatan seluruh margin profitabilitas.

Dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026), OMED mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 26,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,47 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan volume penjualan sebesar 28,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dari 2,02 miliar unit menjadi 2,60 miliar unit.

Baca Juga:
OMED Sebar Dividen Rp110 Miliar, 30 Persen dari Laba

Sejalan dengan peningkatan penjualan, EBITDA perseroan tumbuh 34 persen YoY menjadi Rp426 miliar dari sebelumnya Rp318 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp336 miliar, naik 31,6 persen dibandingkan Rp256 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar (earning per share/EPS) juga meningkat 30,7 persen menjadi Rp12,29 dari Rp9,4.

Dari sisi profitabilitas, OMED berhasil meningkatkan seluruh margin keuangan. Margin laba kotor naik menjadi 35,5 persen dari 33,9 persen, margin EBITDA meningkat menjadi 23 persen dari 21,6 persen, sedangkan margin laba bersih naik menjadi 18,2 persen dari 17,4 persen. Perbaikan margin laba kotor tersebut mencerminkan peningkatan efisiensi produksi yang berlanjut di tengah pertumbuhan volume penjualan.

Baca Juga:
Margin Kian Tebal, OMED Catat Lonjakan Laba Bersih 43 Persen di Semester I-2026

Dari sisi produk, pertumbuhan penjualan tertinggi berasal dari segmen Bioteknologi dan Laboratorium yang meningkat 51,2 persen YoY menjadi Rp114,9 miliar. Segmen Barang Medis Habis Pakai (Disposables & Consumables) tumbuh 33,6 persen menjadi Rp965,9 miliar dan menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perseroan.

Sementara itu, segmen Alat Bantu Jalan dan Rehabilitasi (Walking Aids & Rehab) mencatatkan pertumbuhan 31,7 persen menjadi Rp95,1 miliar. Adapun segmen Perawatan Luka (Wound Care) tumbuh 26,6 persen menjadi Rp302,6 miliar.

Dari sisi kanal distribusi, penjualan segmen ritel meningkat 32 persen YoY menjadi Rp218 miliar dari Rp165 miliar. Sementara itu, penjualan ekspor melonjak 328 persen secara tahunan, dengan Amerika Serikat menjadi pasar utama. Perseroan juga mulai mencatatkan penjualan ke Filipina.

Dari sisi keuangan, OMED membukukan total aset sebesar Rp3,49 triliun, liabilitas Rp514 miliar, dan ekuitas Rp2,98 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) tercatat sebesar 0,17 kali, sedangkan rasio utang berbunga terhadap ekuitas sebesar 0,01 kali. Rasio lancar perseroan berada di level 9,5 kali.

Efisiensi modal kerja juga menunjukkan perbaikan. Siklus konversi kas (cash conversion cycle/CCC) turun menjadi 179 hari dari 207 hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut didukung berkurangnya hari piutang menjadi 47 hari dari 53 hari dan hari persediaan menjadi 166 hari dari 181 hari. Sementara itu, hari utang usaha meningkat menjadi 33 hari dari 27 hari.

Seiring pertumbuhan volume penjualan dan peningkatan efisiensi produksi, OMED juga menaikkan target pendapatan sepanjang 2026 menjadi sekitar Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun. Target baru tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 21 persen secara tahunan.

Sementara itu, panduan kinerja lainnya tidak berubah. Perseroan mempertahankan target margin laba kotor pada kisaran awal 30 persen dan penjualan ekspor sebesar USD1 juta-USD1,5 juta.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Hal yang Akan Dilakukan Orang Nggak Enakan
• 21 jam lalu
0
thumb
1.100 Warga Terdampak dan 117 KK Terisolasi Imbas Banjir-Longsor di Lumajang
• 2 jam lalu
0
thumb
Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Mulai Diproses, Ini Tahapan Sebelum Dana Masuk Rekening
• 7 jam lalu
0
thumb
Menalo Cetak Brace, Persib Bandung Pesta Empat Gol ke Gawang Isenmulang Kalteng FC
• 20 jam lalu
0
thumb
Persoalan Taswib Azan Subuh Kembali Dikaji Muhammadiyah dalam Munas Tarjih
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.