Pembalut Tak Masuk Barang Bebas PPN, Ini Penjelasan DJP

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Pembalut (Karolina Grabowska/Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengatakan saat ini pembalut belum termasuk jenis barang yang memperoleh status pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN).

Secara ketentuan, fasilitas pembebasan PPN diberikan kepada jenis barang tertentu yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Pembalut ditetapkan sebagai barang nonmewah, sehingga PPN dihitung menggunakan tarif 12% dengan dasar pengenaan pajak berupa nilai lain sebesar 11/12 dari harga jual. Sehingga beban PPN efektif setara dengan 11%.


"Ya, pada prinsipnya, pembalut yang diperdagangkan di Indonesia merupakan Barang Kena Pajak (BKP) dan dikenai PPN sesuai ketentuan yang berlaku," sebagaimana termaktub melalui unggahan di akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Pajak, dikutip Senin (02/10/2026).

Baca: Bank, Fintech, GOTO, Lazada Cs Bakal Tarik Pajak per 9 November

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengatakan pengenaan PPN terhadap pembalut bukan merupakan pajak khusus untuk perempuan. Mereka menggarisbawahi pengenaan PPN merupakan bagian dari sistem perpajakan atas konsumsi barang yang berlaku berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

"Kami memahami bahwa pembalut merupakan kebutuhan penting. Produk menstruasi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan perempuan," ujarnya.

Oleh karena itu, setiap usulan mengenai fasilitas perpajakan perlu dikaji dengan mempertimbangkan ketentuan perpajakan yang berlaku, dampaknya bagi masyarakat serta implikasi fiskalnya.

Dalam beberapa waktu ini, masyarakat di media sosial menyoroti pengenaan pajak pertambahan nilai untuk pembalut. Mereka mempertanyakan mengapa pembalut yang digunakan untuk menstruasi dikenakan PPN. Padahal, menstruasi adalah fungsi biologis bukan gaya hidup.

Warganet juga membandingkan kondisi di Indonesia dengan Skotlandia. Adapun, Skotlandia telah menjadi negara pertama di dunia yang membuat produk menstruasi gratis untuk semua orang.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Harbolnas - Belanja Diskon, Kemendag Dorong Bisnis Produk Lokal

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kai Havertz antarkan Arsenal menang 1-0 atas Liverpool di Anfield
• 15 jam lalu
0
thumb
LPS Ingatkan Bahaya Belanja Impulsif, 42 Persen Konsumen Tergoda Promo
• 12 jam lalu
0
thumb
Asisten Pelatih Persib puji kualitas pemain usai bantai Isenmulang 4-0
• 23 jam lalu
0
thumb
BNPB Terbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Bencana untuk Seluruh Pemda
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemprov Papua Pegunungan Usulkan Pembangunan 4 Titik Sekolah Rakyat
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.