jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Sabtu (1/11) tentang Polda Metro Jaya dikritik karena Hari Sumpah Pemuda, Perpres alih status bikin status, bikin was-was, hingga soal rencana alih status akan dipercepat. Simak selengkapnya!
1. Membaca Draf Perpres Alih Status ke PPPK & PNS, Fadlun Terkejut dan Waswas
BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Honorer Dipuji, PPPK PW Non-Guru Bakal Jadi ASN Penuh, tetapi P3K Teknis 35+ Minta Diangkat PNS
Ketua Umum Aliansi Merah Putih (AMP) Fadlun Abdillah mengaku sudah membaca draf Peraturan Presiden atau Perpres alih status PPPK baik paruh waktu maupun penuh waktu ke PPPK dan PNS yang akan dieksekusi mulai Januari 2027.
Walaupun hanya beberapa pasal yang dlbaca, tetapi Fadlun mengaku waswas, lalu berpikir dampak negatif maupun positif kepada PPPK paruh waktu dan penuh waktu.
BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Terbit SE Terbaru, Pastikan Guru di Dapodik Tidak Dipecat, tetapi Ada Pesan Penting untuk PPPK & PNS
Selengkapnya di Bawah:
Membaca Draf Perpres Alih Status ke PPPK & PNS, Fadlun Terkejut dan Waswas
BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Pencari Kerja Wajib Tahu Rekrutmen Terbuka Mirip Seleksi ASN, Kapan Rekrutmen CPNS dan PPPK Asli?
2. Soal Alih Status PPPK, BKN: Rencananya Cukup Perpres, Lebih Cepat
Soal alih status PPPK dan PPPK paruh waktu, Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen menyampaikan informasi terbaru.
Menurut Waka BKN, sesuai hasil rapat di internal pemerintah disepakati regulasi penyelesaian PPPK dan PPPK paruh waktu berupa Peraturan Presiden (Perpres). Regulasi ini akan menjawab kegundahan hafi PPPK paruh waktu maupun PPPK penuh waktu yang menantikan peningkatan status.
Selengkapnya di Bawah:
Soal Alih Status PPPK, BKN: Rencananya Cukup Perpres, Lebih Cepat
3. Dikritik Gegara Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Minta Maaf
Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemberitaan yang beredar mengenai pelaksanaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan, kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Baca Selengkapnya di Bawah:
Dikritik Gegara Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Minta Maaf
4. KOKAM Sesalkan Tindakan Berlebihan Polisi saat Menggeledah Ponpes di Sukoharjo
Komandan Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Elli Oschar menyoroti tindakan polisi menggeledah Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur’an, Sukoharjo, Jawa Tengah.
"Kami sangat menyayangkan peristiwa dugaan tindakan berlebihan oleh oknum aparat kepolisian dalam penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an," kata Elli dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/11/226).
Baca Selengkapnya di Bawah:
KOKAM Sesalkan Tindakan Berlebihan Polisi saat Menggeledah Ponpes di Sukoharjo
5. Gus Salam: Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo Ujian Konsistensi Kapolri
Ketua Yayasan Gerak Pengabdian Santri Indonesia sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib a.k.a Gus Salam angkat bicara soal tindakan kepolisian di PP Hamalatul Qur’an, Mojolaban Sukoharjo, Jawa Tengah.
"Penggerebekan polisi ke ponpes putri tersebut tindakan sembrono walaupun dengan alasan sedang menangani kasus pidana. Itu tindakan yang berlebihan. Gegabah. Tidak pantas. Sangat ceroboh,” tutur Gus Salam.
Baca Selengkapnya di Bawah:
Gus Salam: Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo Ujian Konsistensi Kapolri
BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: Kabar Gembira untuk Guru Honorer & PPPK Paruh Waktu, BKN Punya Info Regulasi Alih Status
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul





Komentar (0)