JAKARTA, KOMPAS.TV - Polri mengungkap adanya peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat fenomena El Nino.
Berdasarkan hasil simulasi pola kebakaran selama 20 tahun di Kabupaten Pelalawan, Riau, rata-rata jumlah titik panas atau hotspot pada tahun El Nino mencapai 362 titik.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata 42 titik pada tahun-tahun sebelumnya.
Hasil analisis ini menjadi salah satu dasar bagi Polri untuk memperkuat pencegahan karhutla melalui pemetaan wilayah berdasarkan lokasi, waktu kejadian, kondisi iklim, dan karakteristik lahan.
Baca Juga: Karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Pemadaman Andalkan Pompa Berkapasitas Besar | KOMPAS SIANG
Kepala Baharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan mengatakan, pola kebakaran yang berulang perlu dipelajari agar petugas dapat mengidentifikasi daerah berisiko dan mengambil langkah antisipasi sebelum kebakaran meluas.
“Penanganan karhutla tidak boleh hanya menunggu api muncul. Kita harus mampu membaca pola kebakaran, mengetahui wilayah yang paling rawan, dan melakukan langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas,” kata Herry dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi Penanganan Karhutla Sabtu (31/10/2026), dilansir dari Antara pada Minggu (1/11/2026).
Wilayah Rawan Karhutla di PelalawanHerry juga menyampaikan hasil simulasi pola karhutla menunjukkan titik panas cenderung berulang di lokasi yang sama, terutama ketika kondisi lahan gambut semakin kering.
Berdasarkan hasil pemetaan terdapat empat kawasan di Kabupaten Pelalawan, Riau, yang teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, yaitu:
- Kerumutan
- Teluk Meranti Timur
- Teluk Meranti Barat
- Bandar Petalangan
Baca Juga: Menteri LH Sebut Satgas Karhutla Diperkuat Lebih dari 100.000 Personel Sepanjang 2026
Pemetaan ini dilakukan untuk membantu menentukan wilayah prioritas pengawasan dan pencegahan.
Dengan mengetahui daerah yang memiliki riwayat kebakaran berulang, petugas dapat mempersiapkan langkah antisipasi berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Menurut Herry, pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan pemadaman. Pengelolaan ekosistem gambut, termasuk menjaga tinggi muka air tanah, juga menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran berulang.
“El Nino memang memperbesar risiko, tetapi kondisi gambut menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu, menjaga tinggi muka air tanah dan memperbaiki tata kelola gambut harus menjadi bagian utama dari strategi pencegahan,” ujarnya.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- polri
- hotspot karhutla
- el nino
- 362 titik
- daftar wilayah rawan






Komentar (0)