Cegah Mata-Mata PKT dan Penipuan, AS Kembali Memperketat Pengawasan terhadap Perusahaan Telekomunikasi Tiongkok

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

Untuk memberantas panggilan otomatis ilegal dan melindungi keamanan nasional Amerika Serikat, Ketua Komisi Komunikasi Federal AS (FCC), Brendan Carr, baru-baru ini mengatakan bahwa FCC berencana mengajukan langkah-langkah pembatasan yang akan melarang perusahaan telekomunikasi Tiongkok memperoleh nomor telepon Amerika Serikat secara langsung.

EtIndonesia.com  Menurut laporan Reuters, FCC akan melakukan pemungutan suara pada 19 November atas sebuah proposal yang bertujuan melarang perusahaan seperti China Mobile, China Telecom, dan China Unicom memperoleh nomor telepon AS secara langsung.

Langkah ini terutama ditujukan kepada penyedia layanan telepon melalui internet atau Voice over Internet Protocol (VoIP). Bagi perusahaan penyedia layanan, memperoleh nomor telepon secara langsung tidak hanya dapat mengurangi biaya, tetapi juga mempermudah mereka dalam menyediakan layanan komunikasi lainnya.

Namun, FCC menunjukkan bahwa sejumlah pelaku kejahatan memperoleh nomor telepon dalam jumlah besar untuk menghindari sistem pencegahan penipuan, kemudian menggunakannya untuk melakukan panggilan penipuan secara massal kepada masyarakat.

Ketua FCC Brendan Carr mengatakan bahwa pihak berwenang akan memperketat pemeriksaan terhadap perusahaan sebelum mereka diizinkan memperoleh nomor telepon. Perusahaan juga akan diwajibkan menyerahkan bukti tambahan terkait keamanan nasional guna mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan nomor telepon AS untuk melakukan kegiatan ilegal.

Selain itu, FCC juga berencana membatasi perusahaan yang menggunakan peralatan dari perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar risiko keamanan nasional, seperti Huawei dan ZTE, agar tidak dapat memperoleh nomor telepon AS secara langsung.

FCC juga kemungkinan akan mencabut sebagian izin yang saat ini dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok, serta semakin membatasi akses tiga operator telekomunikasi terbesar Tiongkok ke jaringan AS dan kegiatan operasional pusat data mereka di Amerika Serikat.

Dalam beberapa tahun terakhir, FCC terus memperketat pengawasan terhadap perusahaan telekomunikasi Tiongkok. Sebelumnya, lembaga tersebut telah melarang tiga operator telekomunikasi terbesar Tiongkok menyediakan layanan telekomunikasi internasional ke Amerika Serikat. Pada Maret tahun ini, FCC kembali mengajukan proposal untuk memperketat pengelolaan nomor telepon.

Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat terus menaruh perhatian terhadap aktivitas mata-mata siber Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada akhir 2024, pemerintah AS mengungkap bahwa kelompok peretas yang didukung PKT, bernama “Salt Typhoon”, telah menyusup ke perusahaan-perusahaan telekomunikasi AS dan mencuri catatan panggilan serta data komunikasi pengguna. Kelompok tersebut juga menyusup ke perusahaan telekomunikasi AS dan perusahaan-perusahaan yang mengelola infrastruktur terkait.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) juga menyatakan pada tahun ini bahwa ancaman dari kelompok “Salt Typhoon” masih terus berlangsung hingga sekarang.

Laporan gabungan Xiao Chang, NTD Television.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap 27 Orang terkait Narkoba saat Gerebek Kampung Bahari
• 20 jam lalu
0
thumb
Chimot Umumkan Mundur dari for Revenge di Rangkaian Akhir Konser Titik Sadrah
• 21 jam lalu
0
thumb
Hasil PSIM Yogyakarta vs Borneo FC 2-1: Laskar Mataram Akhirnya Petik Kemenangan Perdana di Super League
• 16 jam lalu
0
thumb
Indonesia dan Negara Produsen Sawit Perkuat Kerja Sama dengan China, Dorong Teknologi AI untuk Tingkatkan Produksi
• 23 jam lalu
0
thumb
Polres Maros Gencarkan Operasi Cipta Kondisi Jaga Keamanan Daerah
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.