Warteg Monggo Moro Hadirkan Cita Rasa Asli Indonesia di Tokyo Sejak 2018

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Restoran Monggo Moro di kawasan Shinjuku, Tokyo, Jepang, menghadirkan pengalaman bersantap ala warung tegal (warteg) dengan mempertahankan cita rasa autentik masakan Indonesia sejak didirikan oleh pasangan suami istri Indonesia-Jepang pada 2018.

Restoran yang dikelola Retno Wahyuningsih bersama suaminya yang berkewarganegaraan Jepang itu menawarkan beragam hidangan khas Indonesia dengan konsep prasmanan seperti warteg.

Keunikan Monggo Moro terlihat sejak pengunjung tiba di depan restoran yang menampilkan tulisan WARTEG JAWA dan MONGGO MORO berlatar merah putih.

Suasana khas Indonesia semakin terasa dengan alunan lagu berbahasa Jawa yang terdengar dari area restoran.

Berbagai kerupuk, makanan ringan, serta foto hidangan Indonesia menghiasi bagian luar bangunan dan menarik perhatian orang yang melintas.

Warteg Jawa di Tengah Kota Tokyo

Monggo Moro menghadirkan suasana yang menyerupai warung makan dan toko kelontong di Indonesia.

Di dalam restoran, rak-rak berisi aneka bumbu, kecap, saus, dan makanan ringan tersusun untuk dijual kepada pengunjung.

Kerupuk kulit dan minuman kemasan saset juga menjadi bagian dari suasana khas warung Indonesia yang dihadirkan di Tokyo.

Pengunjung disambut staf berseragam batik lengkap dengan penutup kepala tradisional sebelum dipersilakan memilih makanan.

Seperti warteg pada umumnya, berbagai lauk disajikan dalam etalase sehingga pelanggan dapat menentukan sendiri hidangan yang ingin disantap.

Pilihan makanan mencakup ayam, bebek, cumi, serta aneka sayuran dengan beragam cita rasa.

Restoran tersebut memiliki ruang makan utama di lantai dua dengan kapasitas lebih dari 30 orang.

Tempat duduknya terdiri atas meja untuk rombongan, meja berkapasitas dua orang, serta dua area lesehan.

Dinding ruang makan dihiasi ornamen khas Indonesia dan sejumlah pengumuman yang berkaitan dengan komunitas diaspora Indonesia di Jepang.

Menu Warteg Mulai Rp170 Ribu

Monggo Moro menyediakan paket makan siang yang mencakup nasi, sayur, dan sup dengan harga menyesuaikan lauk pilihan pengunjung.

Harga paket makan siang dimulai dari 1.500 yen atau sekitar Rp170 ribu.

Salah satu hidangan yang disajikan adalah cumi asin pedas dengan tahu bacem, urap, sup, petai, dan kangkung.

Pengunjung juga mendapatkan semangkuk air kobokan bagi yang ingin menikmati makanan menggunakan tangan.

"Kalau mau makan dengan tangan, ini kobokannya," ujar staf yang mengantar makanan ke lantai dua.

Restoran tersebut turut menyediakan sambal merah dan sambal hijau di setiap meja untuk melengkapi hidangan.

Selain itu, air minum tersedia secara gratis dan pengunjung dapat menambah nasi sendiri tanpa biaya tambahan.

Pemilik Pertahankan Rasa Pedas Asli Indonesia

Pemilik Monggo Moro, Retno Wahyuningsih, menegaskan bahwa restorannya tidak mengubah cita rasa masakan Indonesia hanya untuk menyesuaikan selera masyarakat Jepang.

Menurut Retno, pelanggan yang datang justru diajak menikmati rasa asli masakan Indonesia, termasuk tingkat kepedasannya.

"Justru orang yang masuk Monggo Moro harus ngikutin rasa Monggo Moro. Jadi, saya nggak mengikuti cita rasa orang Jepang. Kalau saya enggak. Yang masuk ke sini, silakan rasa aslinya, rasa pedas aslinya itu seperti ini," kata Retno saat ditemui ANTARA di Tokyo, Minggu (1/11/2026).

Komitmen tersebut tercermin dari sajian cumi asin dengan sambal merah yang memiliki rasa asin dan pedas kuat.

Berbagai lauk lainnya juga disajikan dengan cita rasa yang menyerupai masakan rumahan di Indonesia.

Dengan konsep warteg Jawa, pilihan lauk yang beragam, serta suasana khas Indonesia, Monggo Moro menjadi salah satu tempat menikmati kuliner Nusantara di Tokyo.

Restoran yang telah beroperasi sejak 2018 itu mempertahankan identitas kuliner Indonesia melalui penyajian makanan, dekorasi, hingga pelayanan kepada pengunjung.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bakal Bersaksi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Persiapan Jokowi?
• 3 jam lalu
0
thumb
Dugaan Penyelewengan Dana Donasi Humanity Care, Eks Relawan Kumpulkan Bukti
• 22 jam lalu
0
thumb
Underpass Tomang Ditutup Sementara Imbas Perbaikan, Bisa Dilintasi Malam Ini
• 2 jam lalu
0
thumb
WHO Nyatakan Wabah Polio di Indonesia Berakhir, Imunisasi Anak Tetap Harus Diperkuat
• 8 jam lalu
0
thumb
Promo Superindo 29 Oktober-4 November 2026, Daging Mulai Rp5.290
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.