Bukittinggi (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) meminta pengelolaan Perpustakaan Umum Daerah Mr Syafruddin Prawiranegara Kota Bukittinggi, Sumatera Barat dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan komunitas daerah serta mengoptimalkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan literasi masyarakat.
“Perpustakaan harus menjadi ruang publik yang hidup dan mampu menjangkau berbagai kalangan. Karena itu, pengelola perlu membangun sinergi dengan komunitas, sekolah, dan berbagai pihak agar kegiatan yang diselenggarakan semakin beragam serta mampu menumbuhkan minat baca masyarakat,” kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto di Bukittinggi, Minggu.
Hal itu disampaikan saat mengunjungi Perpustakaan Umum Daerah Mr Syafruddin Prawiranegara Kota Bukittinggi.
Ia mengatakan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan perpustakaan serta pengembangan program yang mampu menarik minat masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi.
"Ada dua hal yang saya titipkan. Pertama pengelolaannya harus berkolaborasi dan kedua terkait aktivasi berbagai kegiatan untuk peningkatan literasi," kata dia.
Menurut dia, kerja sama pengelolaan pustaka tidak hanya dengan internal pemerintahan, tetapi juga merangkul komunitas-komunitas yang ada di daerah.
"Untuk aktivasi, ini sekaligus memastikan pengelolaan ini terus berputar, bisa menghasilkan pendapatan (monetize) agar perpustakaan terus hidup dan makin berkembang," ujarnya.
Baca juga: Lima buku karya Prabowo tambah koleksi di Library of Congress AS
Ia menilai perpustakaan merupakan salah satu indikator kemajuan peradaban sebuah kota. Tingginya minat baca masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kualitas peradaban.
Ia mengapresiasi kondisi gedung perpustakaan yang telah direnovasi serta banyak dan bervariasinya koleksi buku yang tersedia.
“Penataan gedung perpustakaan ini sudah terlihat baik dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Ditambah lagi, pilihan bahan bacaan yang tersedia cukup beragam sehingga masyarakat memiliki banyak alternatif untuk menambah pengetahuan,” kata dia.
Ia berharap keberadaan perpustakaan tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui pengembangan program edukatif dan pemanfaatan fasilitas secara berkesinambungan.
"Saya harap, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang melalui berbagai kegiatan kreatif. Dengan demikian, fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan pengelolaannya terus berkelanjutan," kata dia.
Sementara Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengungkapkan setelah pembangunan gedung baru disiapkan, perpustakaan masih membutuhkan dukungan pengisian koleksi dan penataan kawasan.
Ia berharap Perpustakaan Mr Syafrudin Prawiranegara dapat berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi publik bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).
"Pemkot Bukittinggi telah menyiapkan program penguatan perpustakaan bersama Perpusnas mencakup konten kreatif berbasis kearifan lokal, pekan literasi daerah, hingga pendataan perpustakaan," ujarnya.
Baca juga: Kunjungan perpustakaan di Jakarta tembus 5,1 juta hingga Oktober 2026
“Perpustakaan harus menjadi ruang publik yang hidup dan mampu menjangkau berbagai kalangan. Karena itu, pengelola perlu membangun sinergi dengan komunitas, sekolah, dan berbagai pihak agar kegiatan yang diselenggarakan semakin beragam serta mampu menumbuhkan minat baca masyarakat,” kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto di Bukittinggi, Minggu.
Hal itu disampaikan saat mengunjungi Perpustakaan Umum Daerah Mr Syafruddin Prawiranegara Kota Bukittinggi.
Ia mengatakan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan perpustakaan serta pengembangan program yang mampu menarik minat masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi.
"Ada dua hal yang saya titipkan. Pertama pengelolaannya harus berkolaborasi dan kedua terkait aktivasi berbagai kegiatan untuk peningkatan literasi," kata dia.
Menurut dia, kerja sama pengelolaan pustaka tidak hanya dengan internal pemerintahan, tetapi juga merangkul komunitas-komunitas yang ada di daerah.
"Untuk aktivasi, ini sekaligus memastikan pengelolaan ini terus berputar, bisa menghasilkan pendapatan (monetize) agar perpustakaan terus hidup dan makin berkembang," ujarnya.
Baca juga: Lima buku karya Prabowo tambah koleksi di Library of Congress AS
Ia menilai perpustakaan merupakan salah satu indikator kemajuan peradaban sebuah kota. Tingginya minat baca masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kualitas peradaban.
Ia mengapresiasi kondisi gedung perpustakaan yang telah direnovasi serta banyak dan bervariasinya koleksi buku yang tersedia.
“Penataan gedung perpustakaan ini sudah terlihat baik dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Ditambah lagi, pilihan bahan bacaan yang tersedia cukup beragam sehingga masyarakat memiliki banyak alternatif untuk menambah pengetahuan,” kata dia.
Ia berharap keberadaan perpustakaan tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui pengembangan program edukatif dan pemanfaatan fasilitas secara berkesinambungan.
"Saya harap, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang melalui berbagai kegiatan kreatif. Dengan demikian, fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan pengelolaannya terus berkelanjutan," kata dia.
Sementara Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengungkapkan setelah pembangunan gedung baru disiapkan, perpustakaan masih membutuhkan dukungan pengisian koleksi dan penataan kawasan.
Ia berharap Perpustakaan Mr Syafrudin Prawiranegara dapat berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi publik bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).
"Pemkot Bukittinggi telah menyiapkan program penguatan perpustakaan bersama Perpusnas mencakup konten kreatif berbasis kearifan lokal, pekan literasi daerah, hingga pendataan perpustakaan," ujarnya.
Baca juga: Kunjungan perpustakaan di Jakarta tembus 5,1 juta hingga Oktober 2026






Komentar (0)