Suket Ijazah Gibran Dibatalkan MA Dinilai sebagai Keputusan Politik Tingkat Tinggi

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Suket Ijazah Gibran Dibatalkan MA Dinilai sebagai Keputusan Politik Tingkat TinggiNasional | okezone | Minggu, 1 November 2026 - 12:35

JAKARTA  - Partai Golkar terkejut dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka tidak sah.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menilai, putusan MA yang muncul tidak lama setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menandai bahwa polemik ini telah bergeser dari sekadar sengketa hukum menuju babak keputusan politik tingkat tinggi.

"Jujur saja, putusan MA ini adalah sesuatu yang mengejutkan buat saya,’’ kata Doli kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).

‘’Tidak sampai 3,5 minggu, setelah adanya Putusan MK, yang ternyata masih ada pro kontra, khususnya soal keberadaan ijazah, tiba-tiba muncul Putusan MA yang menyatakan bahwa Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah tidak sah," lanjutnya.

Doli menegaskan bahwa Partai Golkar tetap memegang teguh prinsip negara hukum. Menurutnya, seluruh pihak wajib mematuhi dan menghormati apa pun yang telah diputuskan oleh otoritas peradilan tertinggi di Indonesia.

Baca Juga:Komjen Suyudi Bertolak dari Rumdin Menuju Pelantikan Kapolri

"Sama sebagaimana sebelum-sebelumnya, tentu sebagai warga negara yang baik, kita harus menghormati setiap putusan hukum apapun, suka tidak suka, mau tidak mau, harus kita terima. Terlebih lagi, negara kita adalah negara hukum," ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI ini juga mengakui adanya konsekuensi besar di balik putusan dua lembaga peradilan tertinggi di Indonesia tersebut. Menurut Doli, dinamika yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada langkah hukum lanjutan, melainkan berimplikasi langsung terhadap arah kebijakan dan konstelasi politik nasional.

"Persoalannya kemudian adalah, dua putusan dari dua Mahkamah, institusi tertinggi hukum kita ini, bukan saja berkonsekuensi pada tindak lanjut atau langkah hukum berikutnya, namun dapat berimplikasi pada keputusan politik yang akan diambil," tutur Doli.

"Artinya, polemik yang terjadi belakangan ini, menurut saya, pada ranah hukum sudah benar-benar hampir final. Selanjutnya memang sepenuhnya sudah masuk pada ranah politik," lanjutnya.

 Baca Juga:Suyudi Tiba di Istana Jelang Dilantik Prabowo Jadi Kapolri

Sementara terkait langkah yang akan diambil Golkar, Doli menyatakan pihaknya masih bersikap hati-hati. Partai berlambang beringin ini memilih menunggu salinan putusan resmi dan lengkap dari MA sebelum menentukan sikap atau pandangan lebih lanjut.

"Kami pun tentu masih menunggu Putusan MA -nya secara lengkap, yang kemudian akan kami pelajari dan dalami lagi. Karena kita memang harus benar-benar sangat cermat dan hati-hati dalam menghadapi masalah ini," ungkapnya.

Doli mengatakan, bahwa persoalan ini memiliki bobot yang sangat besar bagi masa depan bangsa, sehingga tidak boleh disikapi secara gegabah. "Ini bukan urusan politik biasa, bukan juga urusan politik harian, tapi ini politik negara," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AS Peringatkan Ancaman Invasi PKT ke Taiwan pada 2027, Taiwan: Pertahankan Perdamaian dengan Kekuatan
• 19 jam lalu
0
thumb
BP-GMN Restorasi Gambut OKI hingga Penanaman Mangrove Banyuasin
• 22 jam lalu
0
thumb
Jimly Respons Putusan MA soal Ijazah Gibran, Singgung Peluang Pemakzulan
• 23 jam lalu
0
thumb
Peradi Profesional Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Advokat
• 16 jam lalu
0
thumb
Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kecaman, Begini Penjelasan Kapolda Jateng
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.