Kinerja Astra Kuartal III 2026 Membaik, Otomotif dan Jasa Keuangan Jadi Penopang Laba

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Astra International Tbk (Astra) mencatat perbaikan kinerja pada kuartal III 2026 setelah menghadapi sejumlah tantangan di berbagai lini bisnis. Pertumbuhan sektor otomotif dan jasa keuangan, disertai meningkatnya aktivitas pertambangan, menjadi faktor yang mendukung kinerja perseroan menjelang akhir tahun.

Hingga September 2026, Astra membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp243,9 triliun. Angka tersebut relatif tidak berubah dibandingkan pendapatan pada periode Januari–September 2025 yang mencapai Rp243,6 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih Grup Astra di luar pos nonberulang tercatat Rp24,6 triliun. Nilai tersebut turun sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih per saham di luar pos nonberulang justru mengalami kenaikan 1 persen menjadi Rp616.

Jika seluruh pos nonberulang turut diperhitungkan, laba bersih Astra mencapai Rp21,6 triliun atau terkoreksi 12 persen secara tahunan. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi penurunan nilai dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas.

Presiden Direktur Astra, Rudy, menyampaikan bahwa perusahaan masih mampu menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika industri dan kondisi ekonomi yang menantang.

"Astra mencatat kinerja yang resilien selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Laba bersih Grup, tanpa memperhitungkan non-recurring items, stabil sebesar Rp24,6 triliun (turun 12% jika memperhitungkan non-recurring items). Pertumbuhan pada sebagian besar bisnis Astra diimbangi oleh kondisi yang menantang pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat," ujar Rudy dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Ia menambahkan, tanda-tanda perbaikan mulai terlihat pada kuartal ketiga. Peningkatan volume pekerjaan kontrak pertambangan, beroperasinya kembali tambang emas Martabe, serta pertumbuhan bisnis otomotif menjadi sejumlah faktor yang mendukung hasil tersebut.

"Dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, kinerja pada kuartal ketiga membaik, terutama ditunjang oleh peningkatan volume kontrak pertambangan, dimulainya kembali produksi tambang emas Martabe, serta bisnis Otomotif yang tetap bertumbuh. Kami memperkirakan faktor-faktor tersebut akan terus menunjang kinerja Grup pada kuartal keempat," katanya.

Otomotif dan Jasa Keuangan Perkuat Kinerja Astra

Sektor otomotif masih menjadi penyumbang laba terbesar bagi Astra selama sembilan bulan pertama 2026. Laba bersih dari bisnis ini mencapai Rp9,8 triliun, meningkat 8 persen dibandingkan Rp9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan penjualan kendaraan dan kontribusi bisnis komponen otomotif. Di pasar roda dua, penjualan sepeda motor nasional tumbuh 4 persen menjadi sekitar 5 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda juga meningkat 3 persen dengan pangsa pasar yang tetap kuat di level 77 persen.

Perkembangan positif turut terjadi pada industri kendaraan roda empat. Penjualan mobil nasional mencapai 679.000 unit atau naik 21 persen sepanjang Januari–September 2026. Pada periode tersebut, penjualan mobil Grup Astra tumbuh 13 persen.

Toyota dan Daihatsu masih menjadi merek dengan kontribusi besar di pasar otomotif nasional. Secara keseluruhan, pangsa pasar mobil Astra mencapai 49 persen.

Bisnis komponen juga mencatat pertumbuhan laba. Divisi komponen Astra membukukan laba bersih Rp1,4 triliun, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut didorong oleh kinerja positif di seluruh segmen usaha.

Selain otomotif, jasa keuangan menjadi salah satu penopang pertumbuhan Grup Astra. Laba bersih sektor ini meningkat 6 persen menjadi Rp7,2 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.

Kenaikan tersebut antara lain berasal dari pertumbuhan pembiayaan konsumen, baik untuk pembelian kendaraan baru maupun pembiayaan berulang. Total pembiayaan baru Grup Astra mencapai Rp92,5 triliun atau tumbuh 8 persen. Sementara itu, piutang pembiayaan bersih tercatat Rp132 triliun, naik 6 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Hari Operasi Patuh di Jakarta, 16.810 Pelanggar Kena Tilang e-TLE
• 22 jam lalu
0
thumb
Promo Superindo 29 Oktober-4 November 2026, Daging Mulai Rp5.290
• 15 jam lalu
0
thumb
Michael Carrick: MU kehilangan kendali permainan di babak kedua
• 14 jam lalu
0
thumb
Tak Mau Kalah dari Mobil Listrik China, Lexus Siapkan Strategi Baru setelah Hampir 30 Tahun
• 16 jam lalu
0
thumb
Polisi Naik KRL Saat Serempak Gerebek Bandara Narkoba Kampung Bahari Jakut
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.