JAKARTA, DISWAY.ID– Polda Metro Jaya menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dikenal sebagai salah satu lokasi rawan peredaran narkoba, Minggu, 1 November 2026, pagi.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti, mulai barang diduga senjata api (senpi), narkotika, hingga mesin pencetak ekstasi.
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, mengatakan bahwa meskipun barang bukti yang ditemukan tidak terlalu signifikan dari segi jumlah, namun terdapat temuan yang cukup mengejutkan petugas.
“Secara barang bukti, kita memang tidak secara signifikan menemukan, tetapi ada barang bukti-barang bukti yang cukup mengagetkan kita seperti senjata, ya, kemudian ada data-data yang lain,” ujar Dadang di lokasi.
BACA JUGA:Gerebek Kampung Bahari: Polisi Nyamar Penumpang KRL, Diadang Petasan dan Batu Warga
Ia menyebutkan, sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aktivitas di kawasan tersebut melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.
Namun, pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pengejaran terhadap mereka.
“Pelaku-pelakunya kita sudah paham, ya. Mereka melarikan diri, tetapi mereka tidak akan lepas dari kita,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, mengungkapkan bahwa polisi mengamankan empat orang dari lokasi penggerebekan.
Satu orang di antaranya diamankan karena kedapatan membawa pil psikotropika, sedangkan tiga orang lainnya merupakan pengguna narkoba.
“Dari lokasi ini ada 4 orang ya, satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna,” kata Bismo.
Selain mengamankan empat orang, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti narkotika dalam penggerebekan tersebut.
BACA JUGA:Ribuan Warga Jadi Korban, Ketua LPD Buahan Tabanan Diduga Tilep Rp19,3 Miliar Dana Nasabah untuk Trading
Barang bukti itu meliputi sabu dengan jumlah ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi.
Temuan yang turut menjadi perhatian petugas adalah mesin pencetak ekstasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)