Wina: Anggota OPEC+ telah menyepakati secara prinsip untuk mempertahankan target produksi minyak pada Desember. Aliansi ini diperkirakan tidak akan melakukan perubahan kebijakan pasokan lebih lanjut hingga tahun depan, mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Menurut laporan Reuters yang dilansir dari Investing, Minggu, 1 November 2026, kesepakatan ini diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan daring pada hari Minggu yang melibatkan tujuh anggota inti: Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman.
Keputusan ini diambil di tengah upaya produsen di kawasan Teluk untuk meningkatkan ekspor yang selama berbulan-bulan terganggu akibat perang yang melibatkan Iran. Sebagian besar anggota masih memproduksi minyak di bawah target yang telah ditetapkan, meskipun ada upaya untuk memulihkan volume pengiriman.
Pada bulan September, OPEC+ telah merampungkan penghapusan bertahap kebijakan pengurangan produksi sebesar 1,65 juta barel per hari (bph) yang pertama kali disepakati pada tahun 2023. Namun, menurut laporan Reuters, kelompok tersebut tetap mempertahankan pengurangan produksi lainnya dengan total sekitar 2 juta bph, yang mencakup sebagian besar anggota hingga akhir tahun 2026.
Baca Juga :
Harga Minyak Capai Level Tertinggi di Oktober, Brent Naik 13,6%(Ilustrasi. Foto: Freepik) Negosiasi kuota produksi di 2027 Aliansi ini juga tengah bersiap untuk mengalihkan fokus pada negosiasi kuota produksi untuk tahun 2027.
Menurut Reuters, OPEC+ diperkirakan akan merampungkan tinjauan terhadap kapasitas produksi masing-masing anggota pada kuartal keempat, sebelum menetapkan tolok ukur baru yang akan menentukan kuota produksi di masa depan serta rencana untuk menghapus sisa pengurangan produksi yang masih berlaku.
Pada bulan Juli, Reuters melaporkan bahwa OPEC+ kemungkinan besar akan mempertahankan target produksinya sepanjang kuartal keempat, seiring dengan beralihnya fokus mereka ke pembahasan kuota untuk tahun 2027.
Keputusan untuk mempertahankan target bulan Desember dengan demikian akan menjaga kebijakan produksi kelompok tersebut saat ini, sementara para anggota bersiap untuk negosiasi tahun depan.





Komentar (0)