Jerman Chaos! Demo Gen Z bak Medan Perang, Toko-Toko Dijarah

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan ribu anak muda di sejumlah kota besar Jerman berujung ricuh. Di Frankfurt, massa bertudung dilaporkan menjarah sejumlah toko pada Sabtu (31/10/2026) malam waktu setempat, setelah demonstrasi menuntut perbaikan pendidikan dan penurunan biaya hidup berlangsung di berbagai wilayah.

Gelombang protes tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi yang dipimpin generasi Z di sejumlah negara Eropa sepanjang tahun ini. Di Serbia, gerakan mahasiswa turut berperan dalam menumbangkan pemimpin yang telah lama berkuasa melalui pemilihan umum.

Sementara di Prancis, demonstrasi bahkan berkembang menjadi kerusuhan yang disertai penjarahan.


Baca: Demo Meluas di Mana-Mana, 160.000 Gen Z Siap Kepung Jalanan

Aksi di Jerman diinisiasi kelompok kampanye bernama "Gen Z regelt", yang berarti "Gen Z mengambil kendali". Demonstrasi berlangsung di 34 kota, termasuk Berlin, Frankfurt, dan Munich.

Kelompok tersebut menolak penerapan wajib militer serta mendesak pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan. Tuntutan itu muncul di tengah semakin beratnya tekanan biaya hidup yang dirasakan anak muda Jerman.

Situasi paling tegang terjadi di Frankfurt, pusat keuangan Jerman. Sedikitnya dua toko dijarah, sementara beberapa tempat usaha lainnya mengalami kerusakan ketika demonstrasi berubah menjadi bentrokan. Polisi berupaya mengendalikan keadaan, menurut laporan saksi Reuters di lokasi.

Melalui akun X, kepolisian Frankfurt menyatakan gangguan keamanan masih berlangsung. "Gangguan dengan kekerasan masih terus terjadi. Di pusat kota, jendela sejumlah toko telah dipecahkan. Bom molotov juga dilemparkan ke arah petugas layanan darurat. Kami meminta warga yang berada di sekitar lokasi untuk menghindari pusat kota atau segera meninggalkan kawasan tersebut," demikian pernyataan polisi.

Data resmi pada Sabtu sore menunjukkan jumlah peserta aksi kemungkinan jauh di bawah perkiraan awal penyelenggara yang mencapai 182.000 orang. Kepolisian Frankfurt, Munich, dan Berlin mencatat jumlah demonstran hingga 18.000 orang, hanya sekitar separuh dari angka 36.000 yang tercantum di situs penyelenggara.

Baca: RI Masuk Negara Paling Percaya Teori Konspirasi, Termasuk Illuminati

Pemerintah Jerman menyebut sebagian besar demonstrasi pada Sabtu berlangsung damai, meskipun bertepatan dengan perayaan Halloween. Namun, aparat juga memperingatkan adanya upaya kelompok ekstremis untuk memanfaatkan gerakan tersebut. Di Hamburg, sejumlah barikade dilaporkan dibakar.

"Kami berada di sini hari ini untuk memperjuangkan perdamaian dan kebebasan, bukan perang dan pemaksaan," ujar juru bicara Gen Z regelt, Lina Friedrich, dalam aksi di Berlin, dilanisir Reuters.

Ia mengatakan tuntutan utama para demonstran adalah peningkatan dukungan terhadap layanan kesehatan dan sistem pendidikan.

"Hal yang paling penting bagi kami adalah dukungan yang lebih baik bagi sistem kesehatan dan pendidikan. Kami menolak wajib militer dan mendukung pembagian beban yang lebih adil," katanya.

Kementerian Dalam Negeri Federal Jerman menyebut sejumlah kelompok dari lingkungan ekstremis sayap kiri serta organisasi yang memiliki keterkaitan dengan gerakan ekstremis asing ikut berupaya menggalang dukungan terhadap aksi tersebut.

Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse, Roman Poseck, mengingatkan agar demonstrasi di Jerman tidak berkembang seperti gelombang kerusuhan di Prancis. Frankfurt, yang merupakan ibu kota negara bagian tersebut, juga menjadi pusat keuangan Jerman.

"Kita semua masih mengingat gambaran dari Prancis, penjarahan, pembakaran rumah, pembakaran kendaraan polisi, serta serangan terhadap petugas kepolisian," kata Poseck.

"Prancis tidak boleh dijadikan contoh dalam hal ini."

Kekhawatiran akan potensi kerusuhan membuat sejumlah pelaku usaha di berbagai kota Jerman mengambil langkah antisipasi. Beberapa toko menutup jendela dengan papan pelindung dan berencana mengakhiri operasional lebih awal sebelum demonstrasi berlangsung.

Langkah serupa dilakukan sejumlah gerai di kawasan perbelanjaan mewah Kurfuerstendamm, Berlin.

Para pengunjuk rasa menyoroti tekanan yang semakin besar terhadap generasi muda di negara dengan perekonomian terbesar di Eropa tersebut.

Steve, seorang pemuda berusia 18 tahun yang dijadwalkan berpidato dalam demonstrasi di Munich, mengkritik kebijakan pemerintah Kanselir Friedrich Merz. Ia menilai pemerintah tidak memberikan jawaban atas keresahan anak muda selain terus memangkas anggaran dan menambah beban masyarakat.

"Pemerintah tidak menawarkan tanggapan apa pun terhadap kekhawatiran kami selain terus melakukan pemangkasan dan menumpuk beban lebih lanjut kepada kami," ujar Steve.

"Kami akan terus menggunakan hak dasar untuk berkumpul sampai Anda berhenti mengabaikan kami," lanjutnya.

Jerman sendiri masih menghadapi kesulitan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonominya. Pada saat bersamaan, tekanan terhadap sistem pensiun dan layanan publik makin besar seiring memasuki masa pensiun generasi baby boomer dan menyusutnya jumlah penduduk usia produktif.

Di tengah aksi tersebut, muncul pula pertanyaan mengenai pihak yang berada di balik kampanye Gen Z regelt dan seberapa jauh gerakan itu benar-benar digerakkan oleh anak muda. Keraguan tersebut muncul karena beragam kelompok politik dan organisasi masyarakat sipil ikut terlibat.

Organisasi payung siswa sekolah tingkat nasional Jerman, BSK, bahkan telah mengambil jarak dari inisiatif tersebut. Organisasi itu berencana menggelar demonstrasi terpisah pada 20 November mendatang.

Sementara itu, Sean Baker, mahasiswa Universitas Teknik Berlin, mengatakan akan ikut dalam aksi pada Sabtu untuk menyoroti buruknya kondisi sejumlah gedung kampusnya.

"Ketika Anda masuk ke dalam dan memasuki ruang-ruangannya, tempat itu terlihat seperti bangunan yang sudah ditinggalkan. Padahal, di sinilah kami diharapkan belajar secara rutin," kata Baker kepada Reuters.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Demi Redam Protes, Prancis Guyur Rp. 81 T Untuk Renovasi Sekolah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Walhi Minta 66 Perusahaan Terafiliasi Singapura Ditindak atas Kebakaran Hutan RI
• 22 jam lalu
0
thumb
Soroti Kasus Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Eks Kabareskrim Polri: Pasal 459 Pantas untuk DBM
• 22 jam lalu
0
thumb
Pedro Acosta Rebut Kemenangan Sprint MotoGP Malaysia di Sepang
• 18 jam lalu
0
thumb
Lima Motor Dilaporkan Hilang di Surabaya hingga Malang Hari Ini
• 18 jam lalu
0
thumb
Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.