VIVA - Juara bertahan GS Caltex Seoul KIXX mengawali kompetisi Liga Voli Korea 2026-2027 dengan hasil meyakinkan. Mereka langsung menunjukkan tajinya dengan menaklukkan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass pada pertandingan pembuka.
Bermain di Jangchung Arena, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (31/10/2026), GS Caltex Seoul KIXX menang tiga set langsung dengan skor 25-18, 25-21, dan 25-22.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena Hi-Pass merupakan tim yang mereka kalahkan pada final Liga Voli Korea musim lalu. Hasil ini sekaligus menjadi sinyal bahwa GS Caltex masih menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan.
Tim besutan Lee Young-taek tampil solid dengan mengandalkan trio penyerang Gyselle Silva, Kwon Min-ji, dan Thanacha Sooksod. Ketiganya menyumbangkan total 51 poin untuk kemenangan GS Caltex.
Silva menjadi pemain paling menonjol dengan torehan 27 poin. Pevoli asal Kuba itu kembali memperlihatkan ketajamannya sebagai mesin poin tim.
Performa tersebut juga mempertegas reputasi Silva yang selalu menjadi pencetak poin terbanyak Liga Voli Korea dalam tiga musim terakhir.
Ketajaman Silva pun menarik perhatian menjelang kembalinya Megawati Hangestri Pertiwi ke kompetisi voli Korea Selatan. Pevoli andalan Indonesia itu kini memperkuat Suwon Hyundai E&C Hillstate setelah sebelumnya membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks selama dua musim, yakni 2023-2024 dan 2024-2025.
Duel ketajaman antara Silva dan Megawati menjadi salah satu hal yang menarik dinantikan pada musim ini.
Di sisi lain, hasil mengecewakan justru harus diterima Hi-Pass. Pelatih Kim Young-rae mengakui timnya belum mampu menunjukkan permainan terbaik, terutama dalam penerimaan bola dan koordinasi antarpemain.
Laetitia Moma Bassoko menjadi pemain paling produktif Hi-Pass dengan 23 poin. Namun, kontribusi pemain lainnya belum cukup untuk mengimbangi kekuatan GS Caltex.
Pemain kuota Asia, Mami Uchiseto, hanya mencatatkan delapan poin. Sementara itu, dua pemain lokal, Kang So-hwi dan Park Jeong-ah, masing-masing hanya menyumbangkan tiga dan dua poin.
"Para pemain terlihat sangat pelan. Saya percaya pada kemampuan mereka, tetapi penerimaan bola tidak berjalan dengan baik," kata Kim Young-rae, dikutip dari MyDaily.






Komentar (0)