PLN Bidik Pengurangan 2,4 Juta Ton Batu Bara, Limbah Pertanian Desa Jadi Alternatif Energi

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN, Rakhmad Dewanto Haris, dalam peresmian program pemanfaatan biomassa dari limbah pertanian pada Sabtu (31/10/2026) di Serang, Banten. (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - PT PLN (Persero) melalui PT PLN Indonesia Power bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal meluncurkan program pemanfaatan biomassa berbasis partisipasi masyarakat desa pada Sabtu (31/10/2026) di Serang, Banten.

Program ini mengajak masyarakat mengolah limbah pertanian yang selama ini berpotensi terbuang atau dibakar menjadi biomassa.

Hasil pengolahan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar campuran batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Baca Juga: HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Melalui inisiatif ini, PLN berupaya mengoptimalkan potensi limbah pertanian di pedesaan sekaligus mengurangi penggunaan batu bara dalam proses produksi listrik. 

Adapun bahan baku biomassa yang akan dimanfaatkan meliputi sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga cangkang sawit.

Limbah tersebut diolah terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai campuran batu bara melalui metode co-firing.

Metode co-firing merupakan proses penggunaan biomassa bersama batu bara sebagai bahan bakar pembangkit. Dengan cara ini, sebagian kebutuhan batu bara dapat digantikan menggunakan bahan baku alternatif yang berasal dari limbah pertanian.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN, Rakhmad Dewanto Haris, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan melibatkan masyarakat sekitar dalam pemanfaatan limbah.

"Jadi ini bagian dari program PLN untuk melibatkan partisipasi dari masyarakat sekitar untuk mengolah yang sebelumnya dibakar menjadi biomassa. Bahan ini kita campurkan dengan batu bara," ujar Rakhmad dalam keterangan yang diterima KompasTV, Sabtu (31/10).

Baca Juga: Tarif Listrik PLN November 2026 Tak Naik: Segini Biaya AC, Kulkas dan Mesin Cuci Sebulan

PLN Targetkan Penggantian 2,4 Juta Ton Batu Bara

Rakhmad menyampaikan, PLN menargetkan sekitar 2,4 juta ton batu bara dapat digantikan dengan biomassa sepanjang 2026.

"Jadi tahun ini PLN menargetkan sekitar 2,4 juta ton batu bara itu digantikan dengan biomassa. Artinya, kita sudah mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton," katanya.

Target tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 2,4 juta ton CO2. Penggunaan biomassa juga menjadi salah satu langkah PLN untuk memanfaatkan sumber daya alternatif yang tersedia di sekitar wilayah operasional pembangkit.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program ini dirancang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

Limbah pertanian yang sebelumnya berpotensi tidak memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan diolah menjadi bahan baku biomassa yang dibutuhkan pembangkit listrik.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • PLN
  • batu bara
  • limbah pertanian desa
  • biomassa
  • kementerian desa dan pembangunan daerah tertinggal
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
OJK Denda Tigonis Capital Cs Rp 100 M Lebih dalam Kasus IPO CUAN
• 10 jam lalu
0
thumb
Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, Raja Assist Super League Buktikan Kualitas dengan Bantu Kalahkan Persija
• 2 jam lalu
0
thumb
Respon ANW Usai Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Betrand Peto Naik Sidik
• 13 jam lalu
0
thumb
Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun
• 15 jam lalu
0
thumb
Hylo Open 2026: Tiga Wakil Indonesia Tembus Semifinal, Jonatan Hadapi Unggulan Pertama
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.