UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ketahanan Ekonomi Keluarga

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bekasi: Pemberdayaan perempuan melalui UMKM dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pengembangan usaha dan perluasan akses pasar, perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga berkontribusi menciptakan sumber pendapatan bagi keluarga dan masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Pertamina SMEXPO 2026 di Bekasi yang melibatkan 50 UMKM. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP) Pusat Priscilia Simon Mantiri mengatakan keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi. Menurut dia, keberhasilan program juga tercermin dari kemampuan usaha kecil untuk tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika sebuah usaha kecil mampu tumbuh menjadi lebih mandiri. Ketika ada sebuah keluarga di balik usaha tersebut yang bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik," ujar Priscilia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar modal untuk mengembangkan usaha. Kesempatan, kepercayaan, serta pendampingan yang tepat menjadi faktor penting agar potensi usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Priscilia menilai perempuan memiliki kontribusi besar dalam perkembangan UMKM. Mereka terlibat dalam berbagai bidang usaha, mulai dari kerajinan, kuliner, hingga industri rumahan. Peran tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

"Ketika seorang perempuan diberikan kesempatan untuk berkembang, manfaatnya tidak akan berhenti pada dirinya sendiri. Manfaat tersebut juga akan dirasakan oleh keluarganya, lingkungannya, dan masyarakat yang lebih luas," katanya.

Karena itu, penguatan UMKM perempuan perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, dan kemampuan menjangkau pasar yang lebih luas. Pendampingan juga diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi dapat berkembang dan menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan.
 

Baca Juga :

Bazar HORI ke-80 Libatkan 10 UMKM Penyandang Disabilitas


(Pertamina SMEXPO 2026 libatkan 50 UMKM. Foto: dok Istimewa)
  Pendampingan UMKM jangkau 28 provinsi
Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus program melalui pendampingan mitra binaan. Saat ini, program pemberdayaan tersebut telah menjangkau 28 provinsi di Indonesia.

Menurut Gusman, terdapat tiga tantangan utama yang masih dihadapi UMKM untuk berkembang dan menembus pasar global, yakni pembiayaan, akses pasar, dan kualitas produk. Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian dalam program pengembangan dan pendampingan yang dijalankan Pertamina Foundation.

"Harapannya, UMKM yang mendapatkan pembinaan, pengembangan, dan pendampingan bisa berkembang hingga mampu menembus pasar global," ujar Gusman.

Upaya memperluas akses pasar juga tercermin dari capaian transaksi Pertamina SMEXPO. Gusman menyampaikan, nilai transaksi penyelenggaraan SMEXPO dalam dua tahun sebelumnya berkisar Rp2,5 miliar hingga Rp2,6 miliar.

Pada 2026, nilai transaksi selama tiga hari penyelenggaraan mencapai Rp3,8 miliar atau meningkat sekitar 50 persen dibandingkan capaian sebelumnya.

Menurut Gusman, peningkatan transaksi tersebut menunjukkan peluang yang dapat diperoleh UMKM melalui ruang pemasaran dan pendampingan usaha.

Ia menambahkan, penguatan UMKM memiliki arti strategis bagi perekonomian Indonesia. Dengan jumlah hampir 65 juta unit dan kontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), UMKM menjadi salah satu fondasi penting perekonomian nasional.

Melalui keterlibatan 50 UMKM dalam SMEXPO 2026 Bekasi, pengembangan usaha diharapkan tidak berhenti pada peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan tersebut juga diharapkan membuka jejaring bisnis, memperluas jangkauan konsumen, dan memperkuat kemandirian pelaku usaha.

Dengan demikian, UMKM diharapkan terus tumbuh sebagai sumber ekonomi baru bagi keluarga sekaligus penggerak perekonomian nasional melalui penciptaan nilai tambah, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Persik vs Persita: Pablo Ganet Hattrick, Pendekar Cisadane Masih Belum Terkalahkan
• 21 jam lalu
0
thumb
Dampak Karhutla di Jayawijaya, 260 Penerbangan Menuju Bandara Wamena Dibatalkan | KOMPAS SIANG
• 2 jam lalu
0
thumb
Ada Apel Akbar Bulan Solidaritas Palestina di Monas, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
• 5 jam lalu
0
thumb
Jelang Pilkades Teluk Meranti, Kapolres Pelalawan Ajak Warga Jaga Persatuan
• 46 menit lalu
0
thumb
Juara Bertahan Langsung Mengamuk, GS Caltex Kirim Sinyal Bahaya untuk Megawati Cs
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.