Kisah dari Batang: Mengubah Stigma Lewat Peluang Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - PT Yih Quan Footwear Indonesia, yang beroperasi di KEK Industropolis Batang, menunjukkan komitmen nyata terhadap inklusivitas dengan mempekerjakan 174 penyandang difabel. 

Jumlah ini mencakup 2,8 persen dari total 6.131 karyawan perusahaan.

Mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2016, perusahaan menerapkan pendekatan humanis dalam penempatan kerja melalui asesmen klinis internal. 

Hal ini memastikan setiap karyawan bekerja sesuai dengan kondisi medis dan kemampuan fisiknya tanpa paksaan.

HR PT Yih Quan Footwear Indonesia, Hendri Aditya Wicaksono, menegaskan pentingnya memberikan kesejahteraan yang setara bagi seluruh karyawan. 

“Kami selalu membuka peluang sebesar-besarnya. Jangan pernah merasa minder dengan kekurangan yang kita punya. Tetaplah rukun antarsesama pekerja, rawat semangat, dan beranilah melangkah. Kami meyakini setiap individu yang punya potensi luar biasa patut didukung, dihargai, dan disejahterakan,” ujarnya.

Kultur kerja yang suportif ini didukung oleh kepemimpinan yang harmonis di lini produksi. 

Perusahaan pun terus menjalin sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk memperluas akses rekrutmen bagi talenta difabel.

Para pekerja difabel, seperti Devi Novitasari dan Fahrul Rozi, merasakan manfaat nyata dari lingkungan kerja yang inklusif ini. 

Mereka merasa dihargai dan mendapatkan kesempatan untuk terus mengembangkan kapasitas diri.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa bekerja di sini, karena perusahaan benar-benar mau menerima dan memahami kondisi saya. Lingkungan kerjanya sangat menghargai, sehingga saya bisa bekerja dengan nyaman,” ungkap Devi. 

Fahrul pun turut memotivasi rekan difabel lainnya untuk terus mengasah potensi diri agar dapat memberikan kontribusi bagi sesama.

Langkah PT Yih Quan Footwear Indonesia ini memperkuat reputasinya sebagai pionir industri inklusif yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan martabat para pekerja. (dpi)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peringatan Keras Dedi Soal Alih Fungsi Kebun Teh Jadi Kebun Sayur di Pangalengan-Ciwidey: Tunggu Kehancurannya
• 22 jam lalu
0
thumb
Kenapa Kita Harus Perbanyak Istighfar?
• 11 jam lalu
0
thumb
Sikap Demokrat soal MA Batalkan Suket Wapres Gibran, Andi Arief Singgung Stabilitas Pemerintahan
• 13 jam lalu
0
thumb
Muncul Bunyi Tek-Tek pada Innova Zenix Saat Mundur dan Belok
• 17 jam lalu
0
thumb
Hacker Korea Utara Bobol Bursa Kripto Binance, Rp114 T Hilang
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.