Polda Metro Jaya tengah mengkaji langkah lanjutan terhadap Dandhy Laksono, yang dilaporkan oleh tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta. Sejauh ini, Polda Metro menyampaikan Dandhy sudah tidak hadir dalam dua pemanggilan.
"Terkait laporan tentang Saudara DL tentang pembuatan film Pesta Babi, di mana Saudara DL telah dua kali diundang namun belum hadir ya," ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
"Ini nanti selanjutnya, penyidik dari Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan melaksanakan gelar perkara untuk mengkaji langkah penanganan berikutnya," kata dia.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengatakan telah mengirimkan surat pemanggilan kedua untuk Dandhy Laksono. Namun sutradara film Pesta Babi itu tidak hadir memenuhi panggilan.
Dandhy Laksono sejatinya diperiksa pada 27 Oktober lalu setelah sempat ditunda pemeriksaannya. Budi mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.
"Kami juga mengajak bahwa sebagai warga negara yang taat hukum, patuh akan hukum, menghormati semua. Proses ini akan berjalan. Tinggal penyidik akan melihat apabila itu cukup bukti atau tidak cukup bukti, akan diberikan kepastian hukum," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).
Dhandy dilaporkan oleh Mama Sinta ke Polda Metro Jaya terkait film Pesta Babi. Selain Dandhy Laksono, Mama Sinta juga melaporkan Ketua LBH Papua Merauke berinisial JTW.
Penggarap film Pesta Babi, Dandhy Laksono, merespons pelaporan dirinya oleh Mama Sinta ke Polda Metro Jaya. Dandhy menyoroti perbedaan kemunculan Mama Sinta di publik ketika film Pesta Babi digarap dengan setelah film tersebut tayang.
"Saat Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga," tulis Dandhy dalam postingan Instagramnya seperti dilihat detikcom, Selasa (2/6).
"Kini Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah," lanjutnya dalam postingan tersebut.
Postingan tersebut dikirim Dandhy saat detikcom meminta tanggapan terkait pelaporan oleh Mama Sinta. Dalam postingan itu, Dandhy juga menilai kemunculan Mama Sinta saat ini sebagai menghilangkan fokus publik terhadap fenomena yang terjadi di Papua.
"Satu-satunya yang tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan fokus pada persoalan kolonialisme di Papua," ujar Dandhy.
(kuf/mea)






Komentar (0)