Viral Video KKB Aniaya 3 Warga Sipil, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya di Yahukimo

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Satgas Operasi Damai Cartenz buka suara terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap tiga warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Polisi memastikan video yang beredar tersebut bukan peristiwa baru. Insiden itu ternyata terjadi pada Maret 2025, bukan Jumat (30/10/26), sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga :
Kantor Bupati Intan Jaya Dibobol 4 Kali dalam Setahun, Polisi Ungkap Kendala Mengejutkan
Digerebek Polisi, 9 Pria di Rusun Tanah Tinggi Positif Narkoba, Sabu dan Tembakau Sintetis Disita

Kepala Satuan Tugaa Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai waktu dan lokasi kejadian dalam video tersebut.

"Dari laporan yang diterima, insiden itu terjadi bulan Maret 2025 bukan tahun 2026, di Kabupaten Yahukimo," kata Yusuf saat dihubungi dari Jayapura, Sabtu (31/10/26).

Yusuf menjelaskan, aksi kekerasan terhadap tiga warga sipil dalam video tersebut dilakukan oleh KKB Kodap XVI Yahukimo.

Dia sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebut peristiwa tersebut baru terjadi pada akhir Oktober 2026.

"Peristiwa itu bukan terjadi Jumat (30/10/26) seperti yang terdapat di dalam narasi video itu," kata dia.

Adapun tiga warga sipil yang menjadi korban dalam video tersebut masing-masing bernama Juliana Jikwa, Antonia Nabyel, dan Merina Matuan.

Ketiganya dituduh oleh kelompok bersenjata tersebut sebagai agen intelijen militer Indonesia yang beroperasi di wilayah Yahukimo.

Sementara itu, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengklaim telah menerima laporan resmi dari Yabane Sonyap bersama pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kompi Yemprenge, Batalyon Yallenang.

Dalam laporan tersebut, kelompok itu mengklaim pasukan dari Kompi Yemprenge telah membunuh tiga orang yang mereka tuduh sebagai agen intelijen militer di wilayah Dekai, Yahukimo.

Meski video tersebut kembali beredar dengan narasi kejadian terbaru, Satgas Damai Cartenz menegaskan bahwa insiden yang ditampilkan merupakan peristiwa lama yang terjadi pada Maret 2025. (Ant)

Baca Juga :
Terungkap Aliran Uang Rp40 Juta per Pekan ke Menteri 'RAMA' yang Diduga Merujuk Menteri Imipas, Ini Respons KPK
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Potensi Kerugian Negara Capai Triliunan Rupiah
Fakta Tak Terduga Pembacok Bobotoh Hingga Tewas di Bogor, Pelaku Bukan Suporter Bola dan Bawa Celurit ke Mana-mana

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengendara Mobil Coba Kabur usai Tabrak Motor di Bantul: 1 Orang Tewas, Pelaku Diamankan
• 16 jam lalu
0
thumb
Pasar Saham Bergejolak, Kenali Strategi Value Investing untuk Investor Ritel
• 23 jam lalu
0
thumb
Valuasi Melonjak 95% dalam Dua Tahun, One Grand Eastlakes Incar Nilai Jual hingga AU$46 Juta
• 4 jam lalu
0
thumb
Peringatan Keras Dedi Soal Alih Fungsi Kebun Teh Jadi Kebun Sayur di Pangalengan-Ciwidey: Tunggu Kehancurannya
• 14 jam lalu
0
thumb
Pertama dalam Sejarah, Paus Leo XIV Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Paruh Waktu AS
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.